Tapanuli Selatan (harianSIB.com)
Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara nakal tinggal nama disebabkan pergeseran struktur tanah pasca banjir bandang.
Tanah bergeser dan tampak berongga membelah perkampungan Desa Tandihat tersebut.
Sekitar 186 kepala keluarga (KK) atau 630 jiwa terpaksa diungsikan karena tanah pertapakan rumah penduduk semakin bergeser sehingga menimbulkan retakan semakin melebar.
Camat Angkola Selatan, Dody Kurniawan kepada jurnalis mengatakan kalau seluruh warga Tandihat sudah diungsikan ketempat yang lebih aman yaitu ke PTPN IV Afdeling V Simarpinggan, Dusun Tangsi, Desa Simarpinggan.
Perihal kondisi rawan Desa Tandihat tersebut, kata camat telah ditinjau Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu bersama BNPB maka disimpulkan untuk merelokasi warga Desa Tandihat ke kawasan yang aman.
Bangunan sekolah dasar (SD) rumah ibadah, dan kantor desa yang baru dibangun rusak berat akibat pergeseran tanah di kawasan itu.
Editor
: Wilfred Manullang