Taput (harianSIB.com)
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) bersama pemangku kepentingan di Kecamatan Garoga menerapkan sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) terbatas menyusul bencana banjir dan longsor yang memutus akses jalan antar desa.
Kebijakan ini diambil setelah koordinasi antara Pemkab Tapanuli Utara, pihak kecamatan, dan SPBU Sipahutar untuk memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh BBM di tengah keterbatasan pasokan.
Camat Garoga Ade Harry Situmorang SSTP MSP dalam pengumumannya menyatakan, setiap warga hanya bisa mendapatkan maksimal 2 liter BBM per hari.
"Pembatasan ini berlaku hingga kondisi pasokan BBM kembali normal di wilayah kami," ujarnya dalam pengumuman yang diterima, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: Tim Kemanusiaan PDI Perjuangan Temukan Tiga Desa di Humbahas Lenyap Diterjang Banjir dan Longsor BBM jenis
Pertalite dan Pertamax akan didistribusikan mulai pukul 13.30 WIB setiap hari melalui 13 titik pengecer di berbagai desa. Kuota harian berkisar antara 50 hingga 300 liter per desa, disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Desa Garoga Sibargot mendapat kuota tertinggi sebesar 300 liter per hari yang disalurkan melalui dua pengecer, yakni Lamhot Hutajulu dan Chandra Lubis. Sementara Desa Parmanuhan memperoleh kuota terendah 50 liter per hari melalui pengecer Lilis Lubis.
Editor
: Wilfred Manullang