Tapteng(harianSIB.com)
Pascabencana banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025, kondisi Pasar Onan Sibuluan di Kelurahan Sibuluan Raya, Kabupaten Tapanuli Tengah, hingga kini masih dipenuhi lumpur dan sampah. Warga pun mendesak instansi terkait segera melakukan pembersihan menyeluruh agar aktivitas ekonomi kembali berjalan normal.
Pantauan harianSIB.com di lokasi, Senin (22/12/2025), lumpur tebal terlihat mengeras di sejumlah titik pasar. Sampah sisa material banjir masih berserakan di sisi kanan dan kiri area Onan Sibuluan, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengunjung maupun pedagang.
Warga menilai kondisi tersebut memprihatinkan, mengingat pasar Onan Sibuluan merupakan pusat pergerakan ekonomi masyarakat setempat. Mereka berharap pemerintah daerah menjadikan pasar tersebut sebagai prioritas penanganan pascabencana.
Baca Juga: Kejari Samosir Tahan Kadis Sosial Tersangka Korupsi Bantuan Korban Banjir Bandang, Rugikan Negara Rp516 Juta Salma (37), salah seorang warga, mengatakan sejak
banjir bandang melanda, banyak pedagang enggan membuka lapak karena kondisi pasar yang kotor dan licin. "Pedagang takut berjualan karena berbahaya, pembeli juga ragu datang karena tempatnya tidak layak," ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. "Kita minta agar tempat ini juga menjadi prioritas supaya pedagang bisa berjualan kembali dengan lancar," kata Salma.