Tapteng (harianSIB.com)
Pemandangan tak lazim tampak pada perayaan Natal di wilayah Tapanuli Tengah, pascabencana. Jika biasanya, perayaan Natal identik dengan kemerlap lampu pohon Natal atau gelak sukacita, kini berwarna berbeda di tengah atap tenda yang sederhana.
Di lokasi pengungsian warga yang terkena dampak bencana di Hutanabolon, Jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) tidak membiarkan kesulitan menghalangi momen syukur dan kasih pada hari Natal.
Tenda Pengungsi BPBD disulap menjadi tempat berhimpun perayaan Natal akibat gedung Gereja mereka masih dipenuhi lumpur, pascabencana banjir bandang dan longsor di Tapteng pada 25 November 2025 lalu.
Suara paduan suara menyanyi lagu-lagu Natal yang merdu mengisi udara, membawa kedamaian meskipun di tengah keterbatasan.
Baca Juga: Ibadah Perayaan Natal Pertama di HKBP Teladan Medan Berlangsung Khidmat dan Sukacita Pendeta Erik Sunando Sirait, STh tampak memimpin ibadah
Natal. Seluruh jemaat berkhidmat di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja.
Khotbah kelahiran Tuhan Yesus yang diambil dari nats Alkitab Lukas 2:1-7 menceritakan kelahiran Juruselamat dalam palungan sederhana.
Editor
: Robert Banjarnahor