Pandan(harianSIB.com)
Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sempat seperti "kota vampir" untuk beberapa daerah yang terdampak langsung bencana banjir dan tanah longsor.
Akses jalan terputus, daerah terisolir, rumah dan harta benda hancur dan benam ditimbun tanah longsor, tidak ada lampu penerangan gelap gulita pada malam hari, sementara hujan terus menguyur bahkan tidak ada jaringan internet dan persediaan makanan pun sangat minim.
Kondisi ini juga diuraikan oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu didampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis kepada GM Intan Panggabean, Maja Hutapea beserta rombongan sebelum menerima bantuan kemanusian dari Keluarga Besar DR GM Panggabean di ruang kerja Bupati Tapteng di Kantor Bupati Tapteng di Jalan Dr Ferdinan Lumbantobing Pandan, Senin (29/12/2025).
Bupati mengatakan, saat itu kondisi wilayah Tapteng benar - benar porak poranda dan 80 persen wilayahnya turut terdampak, termasuk masyarakatnya hingga ribuan orang terpaksa mengungsi.
Baca Juga: Progres Penanganan Pemulihan di Barus Terlaksana 90 persen Tidak ada yang bisa keluar dan masuk ke Tapteng, akses jalan darat semua putus.
Sekarang, sebulan lebih pasca bencana banjir dan tanah longsor, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) akan memasuki masa tahap transisi untuk menuju rehabilitasi dan rekontruksi.
Editor
: Wilfred Manullang