Sidikalang(harianSIB.com)
Pembangunan di Kabupaten Dairi 2025 dinilai tidak maksimal, pasalnya sekitar dua puluhan paket proyek fisik tidak selesai dikerjakan pada akhir tahun.
Dua puluhan paket proyek yang tidak selesai dikerjakan pada akhir tahun diantaranya Pemeliharaan Gedung Samping Ruang IGD dengan nilai kontrak Rp 194 juta lebih, Belanja Ruang Mammografi dengan nilai kontrak Rp 194 juta lebih, Belanja Bangunan Tangga Melur dengan nilai kontrak Rp 194 juta lebih. Sumber dana ketiga kegiatan tersebut dari Badan Layanan Unit Daerah (Blud). Bahkan pembangunan Mammografi terlihat baru dikerjakan.
Kemudian, kegiatan Penyediaan Fasilitas Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/ Kota dengan nama kegiatan Belanja Modal Bangunan Kesehatan Penguatan Layanan Unggulan KJSU- KIA (Sarana Cathlab). Nilai kontrak Rp 1,8 miliar lebih bersumber dari DAK Fisik APBD Kabupaten Dairi 2025.
Sementara itu, proyek pembangunan toilet (jamban) SD Swasta Sidikalang dengan nilai kontrak Rp 139 juta lebih. Pembangunan Aula SD HKBP Sidikalang dengan nilai kontrak Rp 298 juta lebih. Keduan kegiatan tersebut dari Dinas Pendidikan Dairi dan sumber dana dari P-APBD 2025.
Baca Juga: Lantik Empat Pejabat Eselon II, Gubernur Minta Kerja Cepat dan Tepat Sekretaris Daerah Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin lewat pesan, Selasa (6/1/2026) membenarkan masih ada 27 paket proyek yang tidak selesai 100 persen, dengan nilai total sekitar Rp 3,2 miliar.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengusulkan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan proyek. Namun, perpanjangan waktu harus sesuai ketentuan aturan- peraturan mengenai pengadaan barang dan jasa. Selanjutnya, usulan tersebut akan ditinjau APIP, baru dapat diusulkan anggarannya.
Editor
: Wilfred Manullang