Tapteng(harianSIB.com)
Barelong Pasar Onan Sibuluan, Tapanuli Tegah, rusak parah akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025 lalu, mengakibatkan pasar tidak layak pakai.
Pantauan di lapangan, Sabtu (10/1/2026), tampak sejumlah lapak di Balerong Onan Sibuluan ditinggalkan oleh pedagang lantaran sisa material lumpur yang mengeras dan masih banyak sampah sisa banjir di lokasi. Namun pemandangan berbeda justru terlihat di sekitar Jalan Abdul Rajab Simatupang yang menyempit akibat aktivitas jual beli.
Ayu, pedagang lontong sayur mengutarakan puluhan pedagang yang awalnya berjualan di dalam Onan, kini memilih menggelar lapak di pinggir jalan sebab kondisi Balerong yang tidak aman untuk dihuni.
"Tidak kondusif masih banyak lumpur, belum lagi atapnya yang sudah kupak kapik, kalau jualan di situ takutnya sengnya terbang mengenai kami (pedagang) atau pembeli," katanya kepada harianSIB.com.
Baca Juga: Jembatan Armco akan Dibangun di Lokasi Patahan Jalan Hubungkan 3 Desa Perempuan berhijab ini mengungkapkan meski sebelumnya para pedagang telah melakukan gotongroyong membersihkan Balerong Onan tersebut namun hasilnya tidak maksimal karena tebalnya lumpur yang telah memadat dan mengeras.
"Belum pernah ada petugas kebersihan melakukan pembersihan di sekitar Balerong Pasar Onan Sibuluan kemarin yang dibersihkan hanya di pinggir jalan sekitar Onan," ucapnya.