Sibolga(harianSIB.com)
BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada 27 mitra fasilitas kesehatan (Faskes) yang dinilai berhasil menerapkan digitalisasi pelayanan bagi peserta JKN dan menerima penghargaan Transformasi Digital Award Tahun 2025.
Kategori Pemanfaatan Antrean Online Melalui Mobile JKN di FKTP meliputi Sub Kategori Puskesmas yakni Puskesmas Cikembulan, Puskesmas Cililin dan Puskesmas Sidamulih, Sub Kategori Klinik Pratama yakni Klinik Global Medical Centre, Klinik Cava Medika Pondok Ungu dan Klinik Elyon, Sub Kategori Dokter Praktik Perorangan yakni Dr. Dudi Ruhendra, Dr. Sari Nismala Dewi dan Dr. Didik Bashar ME.
Kategori Pemanfaatan Antrean Online Melalui Mobile JKN di FKRTL meliputi Sub Kategori FKRTL Kelas A yakni RS Santosa Bandung Kopo, RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan RSPAL dr. Ramelan Surabaya, Sub Kategori FKRTL Kelas B yakni RS TK III Ciremai, RS Primaya – Makassar dan RS Permata Cirebon, Sub Kategori FKRTL Kelas C yakni RS TMC – Tasikmalaya, RSU Medimas dan RSU Univ. Muhammadiyah Cirebon, Sub Kategori FKRTL Kelas D dan Klinik Utama yakni Klinik Utama Priangan Medical Eye Center, RS Awal Bros Ujung Batu dan RSI Muhammadiyah Sumberrejo.
Kategori Member get Member Mobile JKN oleh FKTP yakni Klinik Pratama As Syifa – Mataram, Klinik Mitra Medika – Ungaran dan Puskesmas Siko, Kategori Member get Member Mobile JKN oleh FKRTL yakni RS NU Tuban, RS As-Suyuthiyyah dan RSU Fastabiq Sehat.
Baca Juga: 11 Kabupaten/Kota di Sumut Terancam Kehilangan Status UHC Prioritas Dalam siaran pers tertulis
BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Kamis (15/1/2026) disampaikan, Menurut Direktur
Teknologi Informasi
BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen faskes dalam memanfaatkan teknologi informasi melalui optimalisasi pemanfaatan Aplikasi Mobile
JKN hingga penerapan digitalisasi layanan yang terintegrasi dengan
BPJS Kesehatan.
"Transformasi digital menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan dan melalui pemanfaatan teknologi ini, peserta JKN dapat merasakan layanan yang lebih praktis, sementara faskes juga terbantu dalam meningkatkan efektivitas pelayanan," katanya.