Tapteng(harianSIB.com)
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menyampaikan agar petani tak lagi khawatir akan lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu.
Pemerintah pusat akan melakukan dan memulai rehabilitasi lahan pertanian pemulihan pascabencana melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
Dan Tim teknis telah ditempatkan langsung di lokasi sejak awal Januari 2026 untuk melakukan survei detail dan menyusun rencana kerja yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Masinton mengatakan, seluas 3.205 Ha lahan pertaninan di Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat. Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Tukka sebagian besar lahan terbenam lumpur, hasil panen yang menjadi mimpi dan harapan hidup petani ikut tersapu banjir bandang, kini mulai direhabilitasi.
Baca Juga: Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumut di Musda Diperkirakan Secara Aklamasi "Komitmen hadirnya negara di tengah-tengah korban bencana khususnya bidang pertanian. Tentunya kami berharap adanya penambahan alat berat untuk proses pemulihan sawah di Tapteng," ujarnya pada Groundbreaking
Lahan Persawahan yang dipusatkan di Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kamis (15/1/2026).
Soal ganti rugi hasil panen petani yang rusak akibat bencana, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan nanti ke Kementerian Pertanian (Kementan).
Editor
: Robert Banjarnahor