Gunungsitoli(harianSIB.com)
Jalan Laowomaru yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, selama ini dikenal sebagai jalur sejuk dan nyaman bagi pengendara. Namun belakangan, kawasan tersebut tercemar bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai serta tumpukan sampah yang dibuang ke laut oleh orang tak dikenal (OTK).
Bau tak sedap itu tercium cukup kuat, terutama pada siang hingga sore hari. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan merasa terganggu saat melintas di kawasan pesisir tersebut.
"Baunya sangat menyengat, apalagi siang sampai sore. Kami yang melintas, baik pakai motor maupun mobil, terpaksa mempercepat laju kendaraan karena tidak tahan," ujar Irvan, salah seorang warga, Sabtu (17/1/2026).
Selain bau bangkai, warga juga menemukan tumpukan sampah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan dan limbah lainnya yang mengapung di laut sekitar Jalan Laowomaru. Sampah tersebut diduga sengaja dibuang oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kondisi kawasan yang relatif sepi.
Baca Juga: Antonius Tumangggor Usulkan Setiap Lingkungan di Medan Miliki 1 Becak Sampah ini Warga mengaku resah karena
Jalan Laowomaru selama ini kerap dijadikan tempat berteduh dan beristirahat oleh masyarakat maupun pengendara yang melintas, baik saat cuaca panas maupun hujan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli segera turun tangan menangani permasalahan tersebut. Mereka meminta adanya penertiban serta penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan sesuai aturan yang berlaku.