Tapteng (harianSIB.com)
Bupati Masinton Pasaribu mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah mengalami kendala saat melakukan percepatan penanggulangan tahapan pemulihan pascabencana.
Ribuan rumah, ratusan gedung sekolah, rumah ibadah, fasilitas umum, 3.205 ha lahan persawahan sawah, luluhlantak akibat bencana ekologis. Sebanyak 12 kecamatan di Negeri Wisata Sejuta Pesona tersebut porak-poranda.
Bupati Masinton menekankan, sejak Desember 2025 dirinya telah berulang kali menyuarakan ke pemerintah pusat bahwa Pemkab Tapteng membutuhkan banyak excavator untuk mengangkut ratusan kubik kayu dengan ukuran bervariasi yang teronggok begitupun juga sisa lumpur di lokasi terdampak.
"Tidak cukup dengan tenaga manusia, kami (pemerintah) butuh setidaknya 100 unit alat berat untuk mengangkut tumpukan kayu, sedimen tanah dan lumpur untuk mempercepat pemulihan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026) malam.
Baca Juga: Ahli Waris ASN Tapteng Terima JHT dan JKT PT TASPEN Menurut Masinton, rekonstruksi pascabanjir mustahil dilanjutkan tanpa bantuan alat berat dari pemerintah pusat, mengingat keterbatasan kemampuan pemerintah daerah memfasilitasi alat berat meski telah berkolaborasi dengan pihak pengusaha setempat.
Dia meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menindaklanjuti perintah Presiden RI Prabowo Subianto dalam mempercepat pemulihan, apalagi bulan ramadhan yang akan tiba.
Editor
: Robert Banjarnahor