Tarutung(harianSIB.com)
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengapresiasi keputusan Presiden Republik Indonesia yang mencabut izin PT Toba Pulp Lestari (TPL). HKBP menyatakan siap membantu pemerintah dalam proses pemulihan lingkungan pascapencabutan izin perusahaan tersebut.
Ephorus HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan, mengatakan keputusan tersebut menunjukkan pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya di kawasan Tano Batak yang selama ini terdampak aktivitas industri. Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
"Kita sangat menghargai keputusan Bapak Presiden. Bagi kami, HKBP melihat pemerintah betul-betul mendengarkan aspirasi masyarakat. Investasi memang perlu, tetapi keputusan ini sangat tepat, apalagi di tengah krisis dan setelah terjadinya bencana," ujar Victor.
Ia menegaskan, pencabutan izin tersebut baru merupakan tahap awal. Tahap berikutnya yang dinilai jauh lebih penting adalah pemulihan lingkungan yang rusak akibat aktivitas perusahaan.
Baca Juga: Bisukma Grup Jalin Kerja Sama dengan Perhimpunan Guangfu Indonesia, Berpotensi Naikkan Kelas UMKM Sumut "Penutupan ini baru satu tahap. Masih ada tahap yang lebih penting, yaitu pemulihannya. Ini tidak mudah.
HKBP siap membantu pemerintah dalam
reboisasi. Kami bisa mengerahkan umat untuk ambil bagian," katanya.
Victor menjelaskan, selama ini banyak sungai kecil yang mati dan debit air sungai besar mengalami penurunan. Karena itu, menurutnya, prioritas pemulihan harus dilakukan di wilayah hulu sungai, yang sebagian besar berada di area bekas konsesi PT TPL.