Tapteng(harianSIB.com)
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapanuli Tengah kembali memanfaatkan sedimen sungai dan lumpur sisa material banjir serta tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu untuk perbaikan jalan kabupaten.
Kepala Dinas PUPR Tapteng, Jusmar Efendi Simamora, mengatakan pemanfaatan sedimentasi sungai (sirtu) dan lumpur tersebut merupakan inovasi untuk menutup lubang jalan sekaligus mengurangi penumpukan material sisa banjir yang berpotensi menyumbat saluran air.
"Lumpur yang telah mengering dicampur dengan sirtu dari lokasi terdampak bencana untuk memperbaiki permukaan jalan yang berlubang sehingga dapat rata," ujar Jusmar kepada harianSIB.com, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, proses penimbunan lubang jalan saat ini dilakukan di sepanjang Jalan Arion hingga Jalan DR Hazairin, Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Program pemanfaatan sedimen lumpur tersebut juga telah diterapkan di sejumlah titik jalan kabupaten lainnya yang mengalami kerusakan.
Baca Juga: Tapteng Raih UHC 100 Persen, Warga Dijamin Akses Layanan Kesehatan Menurut Jusmar, langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mendukung perbaikan infrastruktur jalan pascabencana, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
"Ke depan, inisiatif ini akan diperluas di sekitar Kecamatan Pandan dan Kecamatan Tukka guna mendukung pembangunan infrastruktur jalan yang lebih ramah bagi masyarakat," pungkasnya. (**)