Tapanuli Utara(harianSIB.com)
Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan bersama Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (GOKESU) Pastor Walden Sitanggang, OFM Cap, Sekretaris Pdt Dr Robinsar Siregar, Ketua KSPPM Roki Pasaribu, SH MH, Aman Tano Batak Jhontoni Tarihoran, Akademisi Dr Dimpos Manalu dan Kanwil BRWA Sumut Roganda Simanjuntak menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Satgas Penerbitan Kawasan Hutan, Menteri Kehutanan atas keputusan mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan sejumlah perusahaan lainnya.
Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) GOKESU, Pastor Walden Sitanggang OFM Cap dalam keterangannya Persnya di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Rabu (28/1/2026) menyampaikan pernyataan sikap pasca pencabutan izin PBPH PT TPL.
Sekber GOKESU juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Satgas Penerbitan Kawasan Hutan, Menteri Kehutanan atas keputusan mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT TPL.
" Keputusan ini merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian lingkungan hidup di negeri kita, khususnya wilayah Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba yang selama ini mengalami tekanan ekologis serius dan telah menimbulkan bencana ekologis yang sangat masif, " jelasnya.
Baca Juga: Gokesu Satukan Komitmen Minta TPL Ditutup Permanen Pastor Walden mengatakan, bahwa pencabutan izin PBPH PT TPL harus menjadi pintu masuk bagi negara untuk memulihkan alam dan mengembalikan hak-hak masyarakat, khususnya hak atas wilayah adat yang selama ini dirampas dan dikuasai PT TPL. Pemulihan hak masyarakat adat merupakan kewajiban konstitusional negara yang tidak boleh diabaikan.
" Kami juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan pemulihan ekologis terhadap kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan parah akibat aktivitas PT TPL selama kurang lebih empat dekade terakhir. Pemulihan hutan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkeadilan guna mengembalikan fungsi ekologis hutan Tapanuli raya serta mencegah terulangnya bencana ekologis di masa mendatang, " paparnya.
Editor
: Wilfred Manullang