Tebingtingi(harianSIB.com)
Kunjungan anggota komisi III DPRD Kota Tebingtinggi Ogamota Hulu ke Pasar Impres yang berada di Jalan Gurami, Kelurahan Badak Berjuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Sabtu pagi pukul 05.00 WIB (31/01/2026) menuai rasa kecewa.
Dalam kunjungannya tersebut ditemukan 52 kios dan 116 stand masih kosong usai diresmikan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi pada 19 Januari 2026.
Pembangunan Pasar Inpres yang memakan biaya Rp 3,7 miliar yang merupakan uang rakyat tersebut dinilai terdapat banyak kekurangan .
Ucok, salah seorang pedagang setempat mengatakan bahwa air yang disediakan tidak mengalir ke kiosnya sehingga air untuk kiosnya dibor sendiri dan aliran paritnya juga dibuatnya sendiri.
Baca Juga: Salmon Sumihar Sagala: Alarm Keras bagi Negara Bahaya Narkoba Sudah Masuk Dapur Rumah Tangga "Serba salah semuanya, ada fasilitas air tapi tak dapat mengalir ke kios saya, akhirnya saya melakukan pengeboran air dan saluran parit dengan menggunakan biaya pribadi", ucapnya.
Lanjutnya, sewaktu rapat pembangunan dijanjikan ukuran kiosnya 4x6 meter, namun nyatanya yang terealisasi ukuran kiosnya 2,5x3 meter alhasil ada pedagang yang usahanya tidak muat.