Toba(harianSIB.com)
Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara terus mendorong peningkatan penggunaan kontrasepsi modern dan penurunan angka kelahiran di Kabupaten Toba. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan kepada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Balige, Senin (2/2/2026(
Pembinaan dipimpin langsung Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa PKB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Demikian pers relis yang diterima, Selasa (3/2/2026) di Medan.
Dr. Fatmawati menyampaikan bahwa Kabupaten Toba masih menghadapi tantangan dalam pencapaian indikator kependudukan. Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Toba tercatat sebesar 2,85 dan masih berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,39.
Baca Juga: BKKBN Laksanakan Program MBG 3B untuk Masyarakat Kurang Mampu di Sumut Selain itu, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kabupaten Toba juga masih relatif rendah, yakni sekitar 39,3 persen. Kondisi tersebut turut memengaruhi capaian mCPR Provinsi Sumatera Utara yang pada tahun 2025 berada di angka 50,5 persen.
"PKB memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga. Diperlukan langkah inovatif, pendekatan yang adaptif terhadap kondisi sosial budaya masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor," ujar Dr. Fatmawati.
Editor
: Wilfred Manullang