Simalungun(harianSIB.com)
Kondisi jalan menuju Huta Tinggir, Nagori Tano Tinggir, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, yang merupakan sentra pertanian hortikultura, membutuhkan perbaikan segera. Pasalnya, akses jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai menghambat aktivitas masyarakat.
Pantauan wartawan, Rabu (4/2/2026), badan jalan tampak berlubang di sejumlah titik. Saat hujan turun, air menggenang di atas jalan sehingga menyerupai kubangan. Panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.
Wilayah Huta Tinggir dikenal sebagai daerah penghasil berbagai komoditas pertanian, seperti kopi, jeruk, kentang, cabai, tomat, kol, dan hasil hortikultura lainnya. Kondisi jalan yang rusak dinilai menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen untuk dipasarkan.
"Itu harapan kami sebagai petani, supaya aktivitas pertanian bisa berjalan lancar," ujar warga setempat, Herman Haloho, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Distan Simalungun Siapkan 125 Ton Lebih Bibit Jagung Untuk Kelompok Tani Menurut Herman, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan sudah lebih dari delapan tahun tanpa perbaikan berarti. Selain menghambat sektor pertanian, kondisi ini juga berdampak pada aktivitas sehari-hari warga.
"Bukan hanya pertanian, tapi juga aktivitas masyarakat, anak-anak sekolah, dan warga yang bepergian ke luar daerah ikut terganggu," katanya.