Taput (harianSIB.com)
Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Viktor Tinambunan MST menyuarakan keprihatian mendalam atas tragedi meninggalnya seorang siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Bocah kelas IV SD itu diduga mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu membelikan buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya, Kamis (5/2/2026) sebagaimana dikutip, Senin (9/2/2026), Ephorus Viktor menyebut tragedi ini sebagai tamparan keras bagi nurani bangsa.
"Hati kita remuk mendengar tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang bocah mengakhiri hidupnya diduga karena himpitan kemiskinan. Sang ibu tak sanggup membeli buku dan pena, alat sederhana yang seharusnya menjadi jembatan harapan menuju masa depan," tulis Ephorus Viktor.
Baca Juga: DPRD SU: Tragedi Buku Tulis Berujung Kematian Bocah SD di NTT Alarm Darurat Bagi Dunia Pendidikan Ephorus menegaskan, bahwa surat yang ditinggalkan YBS bukan sekadar catatan perpisahan biasa, melainkan pesan yang menohok hati nurani seluruh bangsa.
"Surat yang ditinggalkan bocah itu bukan sekadar catatan duka, melainkan jeritan nurani yang ditujukan kepada kita semua, termasuk kepada pemerintah yang kita hormati," katanya.