Pematangsiantar(harianSIB.com)
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siantar Marihat digelar di Kantor Camat Siantar Marihat, Kamis (12/2/2026), sebagai tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Wali Kota Pematangsiantar, anggota DPRD, unsur Forkopimca, Bappeda, para lurah, kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, serta perwakilan Bank Sumut.
Ketua Komisi I DPRD Pematangsiantar, Robin Manurung, mengatakan sektor kesehatan harus menjadi prioritas, terutama menjaga keberlanjutan layanan kesehatan gratis yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
Ia juga menyoroti minimnya anggaran pembangunan kelurahan sekitar Rp200 juta per tahun yang dinilai memperlambat pembangunan jalan dan drainase." Saya mengusulkan penambahan anggaran infrastruktur hingga Rp5 miliar per kecamatan guna mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur," katanya.
Baca Juga: Sampaikan Evaluasi, Cipayung Plus Sumut Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Medan Senada, anggota Komisi I DPRD Patar Luhut Panjaitan menegaskan, DPRD mengawal perencanaan pembangunan sejak tahap awal hingga pelaksanaan. Ia juga menyoroti rendahnya serapan anggaran daerah yang idealnya mencapai 95-97 persen dari total APBD serta meminta pengurangan belanja seremonial dan perjalanan dinas agar dialihkan ke pembangunan fasilitas pelayanan publik.
Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar melalui Asisten Administrasi Umum Dedy menyampaikan Musrenbang merupakan perencanaan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Pemerintah kota menetapkan arah pembangunan 2027 dengan fokus penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, seperti pengembangan kemitraan kuliner dan ekonomi kreatif berbasis budaya, digitalisasi pemasaran produk unggulan kelurahan, serta penguatan festival budaya dan ruang publik kreatif.