Simalungun(harianSIB.com)
Tanaman cabai yang diserang penyakit daun keriting di wilayah Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun sulit dipulihkan. Hal tersebut membuat petani mengeluh karena tanaman akan gagal panen.
"Kalau penyakit daun keriting menyerang tanaman cabai, pasti gagal panen. Pasalnya, penyakit itu menghentikan pertumbuhan tanaman," kata petani daerah itu, Hendra Purba, Kamis (13/02/2026).
Dia menyampaikan, sampai saat ini, petani belum bisa mengatasi permasalah itu. Walau pun berbagi cara sudah dilakukan, seperti penyemprotan pestisida maupun insektisida. Jika tanaman cabai sudah diserang penyakit tersebut, tidak bisa dipulihkan.
"Ciri-ciri tanaman cabai yang diserang penyakit daun keriting adalah seluruh permukaan daun melengkung dan menguning. Hal itu diawali dari pucuk tanaman, perlahan meluas hingga ke seluruh permukaan daun. Bentuk daun pun lebih kecil dari ukuran normal," terangnya.
Baca Juga: Setahun Pensiun, Tiga Eks Pegawai PDAM Tirta Lihou Adukan Pesangon ke Inspektorat Menurut Hendra, penyakit daun kriting pada tanaman cabai merupakan tantangan besar bagi petani. Sebab, penyakit itu selalu ada ketika petani membudidayakan tanaman cabai merah, rawit maupun cabai hijau.
"Penyakit itu selalu ada kalau petani menanam cabai. Tidak pernah luput dari serangan penyakit tersebut. Oleh karenanya, diharapkan kepada pemerintah membentuk tim untuk mengatasi penyakit itu, supaya petani tidak ragu-ragu untuk menanam cabai," harapnya.
Editor
: Robert Banjarnahor