Nisel(harianSIB.com)
Program pencegahan stunting di wilayah pelayanan Puskesmas Mazo menjadi perbincangan, lantaran tidak adanya pemberian makanan tambahan (PMT) di Pos pelayanan terpadu (Posyandu) saat pelaksanaan imunisasi.
Pemerhati Kesehatan, Osarao Laia, mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan khususnya di Kecamatan Mazo, banyak yang menyampaikan khususnya ibu-ibu, tidak ada PMT saat tim dari Puskesmas melakukan Imunisasi.
Kata Laia, hal itu tentu saja menimbulkan pertanyaan besar, terhadap program pencegahan stunting dari pemerintah, apakah dilakukan atau hanya formalitas. Demikian juga dengan anggarannya patut dipertanyakan.
"Ini akan kita telusuri lebih serius dan apabila ada dugaan penyimpangan anggaran maka kami akan laporkan ke Kejaksaan untuk diproses," ujar Osa, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis, Kebijakan Sosial yang Menggerakkan Ekonomi Nasional Sementara itu, Kepala
Puskesmas Mazo Jakinwati Laia mengklaim, seluruh program dari Puskesmas di 10 desa di Kecamatan Mazo, semuanya terlaksana dengan baik, termasuk
Imunisasi dan PMT, meski dirinya baru menjabat Kapus sejak Agustus 2026.
Akan tetapi, ketika ditanya soal anggaran yang disiapkan untuk kegiatan tersebut, ia hanya menyampaikan anggaran tersedia tanpa menyebutkan nominalnya. (*)