Sergai(harianSIB.com)
PT Florindo Makmur yang bergerak di sektor pengolahan Tapioka di Desa Pergulaan Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menerapkan sistem pengolahan limbah terpadu untuk memastikan seluruh limbah hasil produksi memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan ke badan sungai.
Humas Perusahaan, Rika Gusmi, menjelaskan limbah di PT Florindo Makmur terbagi menjadi dua jenis, yakni limbah padat dan limbah cair. Limbah cair berasal dari air yang digunakan selama proses produksi dan sisa pencucian.
"Air limbah yang keluar setelah produksi akan ditreatment di kolam-kolam yang sudah disediakan. Setelah itu dilakukan pengecekan baku mutu. Jika seluruh parameter berada di bawah ambang batas, barulah air dilepas ke badan sungai," ujarnya kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Dijelaskan, selain melalui kolam pengolahan, limbah cair juga dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas. Pemanfaatan biogas tersebut dinilai mampu menekan penggunaan kayu bakar sehingga mengurangi polusi udara dari proses pembakaran.
Baca Juga: Tiga Pelaku Curanmor Viral di Sergai Ditangkap, Otak Pelaku Buron "Air limbah yang masuk ke biogas akan menurunkan kadar COD dan BOD. Jadi saat dirilis ke lingkungan, kualitasnya sudah semakin baik dan berada di bawah baku mutu yang ditetapkan," tambahnya.
Menurutnya, melalui sistem ini, perusahaan menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. (*)
Editor
: Wilfred Manullang