Taput(harianSIB.com)
Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Victor Tinambunan MST, meminta seluruh jemaat HKBP untuk tidak terpancing emosi dan tidak bersikap tergesa-gesa dalam menyikapi eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tengah mengguncang stabilitas geopolitik Timur Tengah.
Permintaan itu disampaikan melalui Surat Pastoral resmi bernomor 238/L08/III/2026 yang ditandatangani di Pearaja, Tarutung, Senin (2/3/2026). Surat tersebut menjadi pernyataan resmi dan sikap kelembagaan HKBP sebagai salah satu gereja Protestan terbesar di Indonesia terhadap situasi global yang dinilai semakin kompleks dan sensitif.
"Sebagai umat percaya, kita dipanggil untuk menahan diri dari penilaian yang tergesa-gesa dan reaksi emosional. Kita perlu bersikap arif, jernih dan bertanggung jawab, sembari tetap peka terhadap penderitaan kemanusiaan yang timbul," demikian bunyi surat tersebut.
Dalam surat pastoral itu, Ephorus HKBP mengakui bahwa dinamika konflik Israel-AS-Iran tidak berdiri sendiri. Konflik tersebut terkait erat dengan sejarah panjang rivalitas regional, isu keamanan, aliansi strategis global, serta perkembangan politik dan militer yang terus berubah.
Baca Juga: Merdi Sihombing: Ulos Sakral Jangan Dipotong demi Fesyen Karena itu,
HKBP menilai penting bagi umat untuk tidak bersikap seolah mengetahui segalanya. Gereja mengingatkan bahwa jemaat tidak memiliki akses penuh terhadap informasi diplomatik maupun pertimbangan strategis yang melatarbelakangi konflik tersebut.
Selain dampak kemanusiaan berupa korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, HKBP juga menyoroti dampak ekonomi dari konflik bersenjata yang tak mengenal batas negara itu.