Nias Selatan(harianSIB.com)
Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian, menyoroti serius ketimpangan akses energi di wilayah Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan. Dari total 86 desa dan satu kelurahan di tujuh kecamatan, sekitar separuh desa hingga kini masih belum menikmati listrik negara, sementara harga BBM dan elpiji melambung tinggi.
Temuan tersebut disampaikan Penrad Siagian saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kepulauan Nias, Selasa (3/3/2026) menyerap aspirasi masyarakat yang mengeluhkan belum meratanya layanan listrik serta mahalnya harga energi atau gas elpiji di wilayah kepulauan tersebut.
Di tengah klaim pemerintah tentang tingginya rasio elektrifikasi nasional, kondisi di Kepulauan Batu justru menunjukkan fakta berbeda. Banyak desa masih hidup dalam keterbatasan penerangan, bahkan sebagian sama sekali belum terhubung dengan jaringan listrik negara.
Baca Juga: DPRD SU Desak Polres Langkat Segera Tutup Judi Ikan-ikan di Desa Tanjung Gunung Sei Bingai Langkat Sebagian desa saat ini hanya mengandalkan generator set (genset) dengan waktu operasional terbatas, umumnya menyala beberapa jam pada malam hari. Sementara setengah lainnya belum tersentuh layanan listrik sama sekali.
Keterbatasan tersebut, tambah Penrad, berdampak sistemik terhadap kehidupan masyarakat. Aktivitas belajar anak-anak terhenti ketika malam tiba, layanan kesehatan tidak berjalan optimal, dan pelaku UMKM kesulitan meningkatkan produktivitas akibat ketiadaan pasokank listrik yang stabil.
Editor
: Wilfred Manullang