Tapteng(harianSIB.com)
Ratusan keluarga penyintas di Kabupaten Tapanuli Tengah, masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Bencana hiderometerologi tak hanya mululantakkan rumah bahkan merenggut mata pencaharian mereka.
Tulus Parlindungan Sihombing, bersama 46 keluarga penyintas lainnya harus menjadi penghuni huntara Pinangsori karena rumahnya di Pagaran Honas, Badiri, rusak akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025 lalu.
Awal pascabanjir, dia bersama warga Pagaran Honas, Lubuk Ampolu dan sekitarnya tinggal di tenda pengungsian Kebun Pisang. Di sana, dapur umum menyediakan kebutuhan pangan pengungsi, mereka lega, dapat makan tiga kali sehari.
Satu bulan setelahnya, mereka direlokasi ke Huntara Pinangsori. Realita kehidupan berasakan warga, di sini pengungsi harus memasak sendiri untuk keluarga masing-masing, sebab dapur umum tidak lagi disediakan pemerintah.
Baca Juga: Wabup Tapteng Dampingi Gubsu ke Huntara, Huntap Siap Dihuni Jelang Idulfitri Tulus mengaku hampir putus asa dengan beban berat yang rasakan keluarga karena tidak adanya bantuan setelah satu bulan mengungsi di Huntara di Asrama Haji Pinangsori, Kelurahan Sitonong Bangun, Kecamatan Pinangsori.
Saat ini, dia hanya seorang pengangguran karena kebun masyarakat yang menjadi sumber penghasilannya rusak parah tertimbun longsor.