Pematangsiantar(harianSIB.com)
Isu kekosongan obat yang sempat mencuat di salah satu rumah sakit di Kota Pematangsiantar disikapi dengan penelusuran ke sejumlah Puskesmas. Hasilnya, stok obat di layanan kesehatan tingkat pertama dipastikan masih aman.
Kepala Puskesmas Raya, Jamil Damanik, saat ditemui di kantornya di Jalan Raya, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (3/3/2026), menegaskan hingga awal tahun 2026 ketersediaan obat di Puskesmas Raya tetap terkendali. "Stok berbagai jenis obat masih tersedia. Belum ada kendala," ujarnya.
Ia menjelaskan, jika sewaktu-waktu terjadi kekosongan, pihaknya dapat segera melakukan pengadaan melalui anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memang dialokasikan untuk belanja obat. Dengan skema tersebut, potensi kekosongan berkepanjangan dapat diantisipasi.
Menurut Jamil, persoalan stok biasanya muncul pada awal atau akhir tahun anggaran. Kondisi itu umumnya dipengaruhi distribusi dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang belum sepenuhnya normal, bukan karena kelalaian pemesanan dari fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Patroli Asmara Subuh, Polsek Siantar Martoba Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Terminal Tanjung Pinggir "Awal tahun produksi dari PBF belum sepenuhnya masuk. Menjelang akhir tahun, stok distributor kadang menipis. Karena itu harus diantisipasi dengan pemesanan lebih awal," jelasnya.
Di sisi lain, kunjungan pasien di awal 2026 disebut tetap stabil. Penyakit yang paling banyak ditangani masih didominasi penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, terutama pada kalangan lanjut usia.