Taput(harianSIB.com)
Proyek peningkatan Jalan Tarutung-Harean senilai Rp6.855.616.000,94 dari APBN Murni Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mendapat sorotan tajam dari warga dan pemerhati pembangunan setempat karena kondisi sisi badan jalan atau beram yang dinilai masih berbahaya dan belum tuntas ditangani.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (12/3/2026), di sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Siatas Barita dan Kecamatan Tarutung itu, perbedaan ketinggian antara permukaan aspal dan sisi tanah mencapai 25 sentimeter hingga 30 sentimeter sehingga mengancam keselamatan pengendara yang melintas setiap hari.
"Kalau siang masih kelihatan, tapi kalau malam gelap dan tidak ada lampu, beram sedalam itu bisa bikin pengendara terjatuh. Sudah dalam, tanahnya juga masih lepas," kata seorang warga, B Lumbantobing, kepada harianSIB.com.
Baca Juga: Aliyah Rizq Agriculture–KMBD Sembelih Hewan Kurban Idul Adha 2026 di Sumut Warga mengakui sebagian beram memang sudah mulai ditimbun oleh pihak kontraktor, namun penimbunan dinilai belum merata dan belum menjangkau seluruh titik yang bermasalah sepanjang ruas tersebut.
Proyek ini berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan dikerjakan oleh CV 3G STAK dengan durasi pelaksanaan 49 hari. Hal itu tercantum dalam papan informasi proyek yang terpasang di lokasi.
Editor
: Robert Banjarnahor