Simalungun(harianSIB.com)
Harga eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, dijual Rp13.000 sampai Rp15.000 per liter. Keadaan itu membuat masyarakat mengeluh.
Kenaikan itu terjadi mulai adanya panic buying soal BBM. Sebelumnya dijual eceran seharga Rp12.000 per liter. Saat panic buying terjadi, BBM mulai langka di daerah tersebut. Setelah itu, harga eceran Pertalite langsung naik sampai saat ini.
"Kenaikan Pertalite ini sangat memberatkan masyarakat. Tapi harus dibeli juga. Karena BBM itu merupakan kebutuhan guna menunjang aktivitas. Sedangkan SPBU tidak ada di sini," keluh Andri Girsang, Senin (16/03/2026).
Menurutnya, kenaikan BBM itu tidak seharusnya terjadi di tengah ekonomi masyarakat tidak stabil. Menaikkan BBM di tengah situasi saat ini sangat menyiksa masyarakat, dimana mayoritas warga Saribudolok hidup dari sektor pertanian.
Baca Juga: Polisi Sisir Lokasi Judi Sabung Ayam di Simalungun "Adanya kenaikan
BBM itu memaksa masyarakat menjadi orang kaya. Membeli
BBM dengan harga melebih subsidi. Padahal warga sini kebanyakan petani. Miris sekali," katanya.
Hal serupa dikatakan warga lain, di antaranya Jafereino Purba dan Kevin Naibaho. Disebut, memanfaatkan panic buying untuk menaikkan harga eceran BBM adalah perilaku yang tidak terpuji. Hal itu juga merupakan tindakan pemerasan masyarakat secara tidak langsung.