Batubara(harianSIB.com)
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batubara melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap 14 komoditas pangan utama di Kabupaten Batubarapada Hari ke-5 (H+5) perayaan Idul Fitri 2026, bertempat di pajak tradisional Kelurahan Limapuluh Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara, Rabu (25/03/2026)
Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat pasca Lebaran, personel Unit Ekonomi Sat Reskrim melakukan verifikasi langsung terhadap harga dan stok komoditas di lapangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dengan harga yang terjangkau dan ketersediaan yang memadai.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga sebagian besar komoditas pangan berada pada level normal. Satu-satunya komoditas yang mengalami penurunan harga adalah daging sapi, yang turun sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 125.000 per kilogram.
Berikut rincian harga komoditas pangan di Pasar Lima Puluh Kabupaten Batubara: Beras medium Rp 14.000 per kilogram (normal) Gula pasir Rp 18.500 per kilogram (normal) Minyak goreng curah Rp 19.000 per liter (normal) Daging ayam broiler Rp 35.000 per kilogram (normal) Daging sapi Rp 125.000 per kilogram (turun Rp 5.000) Telur ayam kampung Rp 38.000 per kilogram (normal) Cabai merah Rp 35.000 per kilogram (normal) Bawang merah Rp 34.000 per kilogram (normal) Bawang putih Rp 35.000 per kilogram (normal) Tepung terigu Rp 12.000 per kilogram (normal) Kacang kedelai Rp 15.000 per kilogram (normal) Jagung Rp 9.000 per kilogram (normal) Ubi jalar Rp 3.500 per kilogram (normal) Beras kemarinan Rp 13.500 per kilogram (normal)
Baca Juga: Kasat Lantas Polres Batubara Turun Langsung Pantau Arus Lalu Lintas Kanit ekonomi
Polres Batubara Iptu Kriswanto menyampaikan bahwa ketersediaan seluruh komoditas pangan di Pasar Lima Puluh dalam kondisi cukup dan tersedia secara merata di seluruh wilayah hukum
Polres Batubara. Personel selalu berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag)
Kabupaten Batubara untuk memastikan pasokan yang lancar dan harga yang stabil.
"Kita terus melakukan pemantauan berkala untuk memastikan tidak ada praktik yang tidak sehat dalam perdagangan komoditas pokok. Kolaborasi dengan Dinas Perindag sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat," ujar IPTU Kriswanto dalam keterangan resmi.
Editor
: Robert Banjarnahor