Tiga Akses Jalan Menuju Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Simalungun Rusak Berat

- Senin, 25 Mei 2015 12:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib_Tiga-Akses-Jalan-Menuju-Cagar-Alam-Dolok-Tinggi-Raja-Simalungun-Rusak-Berat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Jheslin M Girsang
JALAN RUSAK: Jalan menuju Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun rusak parah. Foto dipetik, Jumat (22/5).
Simalungun (SIB)- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara menegaskan, area Kawah Putih dan Kawah Biru Dolok Tinggi Raja Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun adalah area cagar alam.“Jadi bukan lokasi objek wisata tetapi cagar alam. Fungsi cagar alam adalah untuk penelitian, pengembangan plasma nutfah dan lainnya yang menyangkut pelestarian alam,” kata O Simbolon Kepala Seksi Wilayah I Sidikalang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara saat ditemui SIB di Kawah Biru Dolok Tinggi Raja, Jumat (22/5).Menurut dia, banyak orang yang selama ini menganggap bahwa kawasan Kawah Putih dan Kawah Biru Dolok Tinggi Raja adalah lokasi objek wisata. Bahkan telah tersiar di media cetak dan google sehingga perlu diluruskan.Luas area Cagar Alam Dolok Tinggi Raja, katanya, 202 Ha dari sebelumnya 167 Ha setelah dikukuhkan menjadi cagar alam. Lokasi tersebut memiliki banyak potensi untuk dikembangkan di antaranya terdapat, kawah putih dan biru, gua kelelawar, pemandian air panas dan air sejuk, berbagai jenis kayu-kayuan, Bah Siborgoh-borgoh yang disebut-sebut airnya dapat menyembuhkan penyakit asma atau sesak napas.    O Simbolon mengatakan, area Cagar Alam Dolok Tinggi Raja bisa saja beralihfungsi menjadi objek wisata bila pemerintah daerah mengusulkannya atau berkordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Area tersebut dinilai layak menjadi objek wisata karena memilki banyak potensi alam yang dapat memikat wisatawan. Namun bila menjadi objek wisata, tentunya akan mempertimbangkan Amdal (analisis dampak lingkungan).    TIGA AKSES JALAN RUSAKBerdasarkan data di lapangan, ada tiga akses jalan menuju Kawah Putih dan Kawah Biru Dolok Tinggi Raja. Dari Pamatangraya ibukota Kabupaten Simalungun melalui Pangalbuan-Bongguron Kariahan hingga tembus ke Tinggi Raja Silau Kahean setelah melintasi jalan terjal perbukitan Gunung Simbolon. Sementara dari Pematangsiantar via Tebingtinggi, lalu memasuki Simpang Desa Kerapuh Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai hingga akhirnya tiba di Tinggi Raja. Satu lagi akses jalan yaitu Medan-Lubuk Pakam-Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang-Silindak Kabupaten Serdang Bedagai-Marubun-Tinggi Raja. Mayoritas kondisi jalan menuju Tinggi Raja rusak.Pangalbuan-Tinggi Raja kondisi jalan rusak sekira 30 Km, Kerapuh-Tinggi Raja kurang lebih 20 Km dan Marubun-Tinggi Raja sekira 8 Km. Pemkab Simalungun dan Serdang Bedagai seyogianya memperhatikan kerusakan jalan tersebut.  Apohta Purba dan Riaman Damanik mengaku pemandu wisatawan di Kawah Putih dan Kawah Biru Dolok Tinggi Raja mengatakan, pengunjung Cagar Alam Dolok Tinggi Raja selalu mengeluhkan kerusakan jalan menuju lokasi tersebut. Wisatawan lokal maupun mancanegara bahkan jera untuk datang keduakalinya ke lokasi itu lantaran infrastruktur jalan rusak berat.“Rusak berat. Mereka (wisatawan) bilang, cukup satu kali berkunjung. Nanti kalau ada pemberitahuan di facebook bahwa jalan sudah bagus, mereka akan mau kembali datang untuk berkunjung. Itu kan sudah sangat menyakitkan kita,” kata Apohta Purba.       Menurut Apohta, belakangan ini pengunjung Tinggi Raja berkurang. Kalau sebelumnya cukup banyak didatangi wisatawan mancanegara seperti Kanada, Swiss, Perancis dan pemandunya adalah Apotha Purba, tapi belakangan terbilang tidak ada pengunjung dari wisatawan mancanegara. (C05/C14/y)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Martabe

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Martabe

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Martabe

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Martabe

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Martabe

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME