Pematangsiantar (SIB)- Reshuffle kabinet yang dilaksanakan Presiden Jokowi sudah sangat tepat, sebelum presiden menyampaikan pidato keuangan negara pada paripurna DPR/MPR RI yang diadakan Jumat (14/8).Namun, sekaligus diharapkan agar Presiden Jokowi terus mengevaluasi strategi kerja para menterinya dan jangan segan-segan melakukan reshuffle kabinet jilid II, sebab kalau mau jujur masih ada beberapa menteri yang dinilai mempunyai “rapor merahâ€. Demikian Dr Capt Anthon Sihombing, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar kepada SIB, Kamis (13/8).Menyangkut nilai tukar rupiah yang semakin melemah mencapai Rp 13.800 per dolar US, pemerintah harus mengantisipasinya dengan serius dan tidak perlu membandingkan dengan negara lain. “Bahan baku industri kita 80 persen impor dan kemungkinan banyak perusahaan akan mem-PHK pekerjanya, sehingga akan menambah pengangguran maupun kemiskinan,†katanya.Untuk itu, tiga Menko yang baru harus bersinergi dengan kementerian-kementerian mitra kerjanya agar mampu menurunkan harga-harga bahan pangan yang belakangan ini sangat menyusahkan masyarakat. Biasanya harga-harga akan menurun seperti daging dan lainnya sesudah Idul Fitri, namun kali ini malah semakin membumbung tinggi sehingga sangat menyusahkan rakyat. Untuk jangka panjang pemerintah harus mampu mengurangi impor bahan pangan seperti bawang, kacang kedelai, garam, beras, terigu, gula dan buah-buahan. (R-18/f)