Samosir (SIB)- Objek wisata Air Tujuh Rasa atau dalam bahasa Batak disebut Aek Sipitu Dai yang terletak di Kecamatan Sianjur Mula Mula, Samosir kini semakin kotor dan mulai ditinggal pengunjung.Belum lama ini, Anto Pasaribu salah satu guide travel dari Kota Pematang Siantar kepada wartawan menyampaikan, kondisi objek wisata Air Tujuh Rasa tidak seperti informasi yang didengar di luar, karena saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan jorok."Ternak berkeliaran di sana, sisa-sisa makanan berserakan serta bungkus sabun dan shampo juga berserakan, padahal saat saya dan tamu masuk, kami dibebani dengan kutipan di pintu gerbang," ujarnya.Anton juga mengaku sempat berdebat dengan pengutip retribusi yang menanyakan kondisi Air Tujuh Rasa yang kotor, namun pria yang mengutip retribusi diakuinya tidak bisa menjelaskannya. "Yang pasti, saya sangat kecewa dengan kondisi Air Tujuh Rasa yang sudah tidak sakral lagi, tamu yang saya bawa banyak yang kecewa," tambahnya.Kondisi kotornya objek wisata Air Tujuh Rasa juga dialami beberapa pengunjung. Oleh karenanya, pengunjung berharap pemerintah melalui Dinas Pariwisata segera menyikapi dan secara membenahi Air Tujuh Rasa yang dikenal sakral itu karena memiliki hubungan dengan legenda asal muasal orang Batak.Pantuan wartawan belum lama ini. Kondisi objek wisata Air Tujuh Rasa tidak ubahnya seperti MCK umum. Mandi hingga buang air kotor dilakukan di tempat itu. Selain mandi dan buang air besar, untuk mencuci piring dan mencuci pakaian juga dilakukan sehingga sisa sisa makanan tertinggal di kamar kamar Air Tujuh Rasa.Kepala Dinas Pariwisata Drs Ombang Siboro saat dihubungi menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan serta dialog dengan para warga serta masyarakat peduli pariwisata di komplek objek wisata Air Tujuh Rasa. Pertemuan diakuinya akan membahas peran masyarakat dalam peningkatan wisatawan serta peran pemerintah untuk terus membenahi objek objek wisata, imbuhnya. (F06/f)