Walau Terancam Punah, Ikan Baung "Saleh" Asal Sungai Barumun Diminati Pembeli

- Minggu, 16 Agustus 2015 17:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kotapinang (SIB)- Ikan baung “disaleh" yang sudah mengalami pengasapan (pengeringan) sangat diminati pembeli. Selain rasanya enak digulai lemak pakai daun ubi maupun rebung, baung kering ini tahan disimpan lama, tidak berbau dan mudah dibawa keluar daerah sebagai oleh-oleh ke Jakarta.Mimi (60), pedagang ikan saleh di kampung Labuhan Baru, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Jumat (14/8) menyebutkan, setiap hari ia bersama putrinya Novi (35) berjualan ikan saleh di pinggiran jalan umum dekat jembatan kembar penyeberangan sungai Barumun Kotapinang.Menurutnya, cukup banyak yang berminat membeli ikan saleh olahannya karena tidak berbau dan ukuran ikan-ikannya besar-besar. Ikan Baung yang hidup dan berkembang biak di perairan Sungai Barumun memiliki ukuran besar, layaknya jumbo.Menurut warga Kotapinang yang mayoritas penduduknya dari suku Mandailing mengatakan, ikan saleh ada dari beberapa jenis ikan. Selain ikan baung juga ikan gabus, lele dan icor yang hidup di perairan Sungai Barumun dan ukurannya juga berbeda, ada kecil, sedang dan besar mencapai 5 kilogram.Agar ikan saleh tidak berbau dan gurih, ujar Mimi, baung dan ikan jenis lainnya yang baru tertangkap pancing dan dijala itu dicuci bersih lalu disusun di tempat pengasapan ikan dengan menggunakan kayu bakar dan sabut kelapa selama lebih kurang 3 hari berturut-turut. Setelah itu, ikan saleh siap dijual. Saat pengasapan ikan berbahan kayu bakar dan sabut kelapa tidak terlalu membara, sebaiknya dibuatkan tempat pengasapan khusus.Harga jual ikan saleh kering berjenis ikan baung Rp 150.000 sampai Rp 180.000 perkilogram untuk kwalitas super. Sementara saleh untuk jenis ikan gabus, lele dan icor kering berkisar Rp 60.000 sampai Rp 80.000 perkilogram."Memang mahal ikan saleh ini pak. Langganan yang beli tidak hanya dari daerah setempat, tapi juga dari kota Medan sekitarnya bahkan banyak pesanan untuk dibawa ke Jakarta sebagai oleh-oleh " sebut Mimi dan Novi kepada SIB.BISA DIBUDIDAYAKANMaratua Siregar (65), seorang nelayan ikan di Kotapinang mengatakan, habitat ikan di perairan Sungai Barumun di Kotapinang pernah diteliti oleh Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum (BP3U) Kementerian Kelautan dan Perikanan Sumut memastikan ikan baung bisa dan berpeluang untuk dibudidayakan. Hanya saja, para nelayan menyayangkan program tersebut tak berkelanjutan hingga sampai saat ini, ikan baung hidup di perairan Barumun Kotapinang alami.DIRUSAK MANUSIAMelihat eksploitasi ikan jenis baung yang dilakukan setiap hari oleh para nelayan di sepanjang  perairan Sungai Barumun, maka potensi kepunahan akan lebih besar. Apalagi lokasi habitat ikan di Sungai Barumun sudah banyak dirusak oleh manusia, belum lagi pencemaran kotoran sampah dan limbah perusahaan industri kelapa sawit yang cukup memprihatinkan terjadi di sepanjang sungai.Telur ikan baung dapat menetas dalam waktu 24 jam dan setelah menetas 2 hari anak ikan baung berbentuk seperti kecebong berukuran kecil dan membutuhkan pakan bersih.Menurut Maratua, banyak telur ikan gabus terdapat di sekitar pinggiran air Sungai Barumun terancam mati. Kendati nelayan berusaha untuk menghanyutkan kembali ke tengah sungai agar anak ikan bisa hidup dan besar."Ratusan bahkan ribuan telur atau anak ikan baung akan mati sia-sia diakibatkan pencemaran kotoran sampah dan limbah perusahaan industri sawit, hingga populasi produksi ikan baung  di perairan Sungai Barumun berdampak berkurangnya hasil tangkapan nelayan," ujar Maratua Siregar.Sebagai solusi agar nelayan dapat berkontribusi terhadap upaya pelestarian ikan baung, Maratua Siregar menyarankan kepada Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum (BP3U) Kementerian Kelautan dan Perikanan Sumut melanjutkan pembudidayaan ikan baung khususnya di saluran perairan Sungai Barumun agar dapat tumbuh dan tidak punah."Saya rasa tidak akan banyak habis biaya untuk membudidayakan ikan baung yang bernilai tinggi bisa diekspor ke luar daerah," imbau Maratua.  (D15/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

BPBD Tapteng Berjibaku Evakuasi Warga, Antisipasi Banjir Susulan

Martabe

Munas I Parsadaan Manik Raja Marbona Indonesia, Jhon P Manik Terpilih Jadi Ketum DPP Periode 2026-2031

Martabe

Pecah Ban, Truk Angkut Sawit Tabrak Mobil di Jalinsum Sukajadi Labura

Martabe

Sungai Meluap, Banjir Rendam Permukiman Warga Kota Sibolga

Martabe

Relevansi Das Kapital dalam Dinamika Ekonomi Indonesia Kontemporer

Martabe

Pdt Dr Toni Liston Hutagalung dan Pdt Dormen Pasaribu Terpilih Menjadi Ephorus dan Sekjen HKI