Rantrauprapat (SIB)- Proyek pembangunan dermaga dengan anggaran Rp 6,1 M lebih di Dusun 2, Desa Sei Jawi-jawi, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, yang saat ini sedang pengerjaan menjadi pembahasan sejumlah elemen masyarakat. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran yang begitu besar dan bersumber dari dana APBD Provinsi itu kurang bermanfaat bagi masyarakat. Sejumlah tokoh masyarakat setempat meminta dinas terkait untuk segera turun ke lokasi untuk benar-benar melakukan peninjauan agar proyek tersebut tidak terkesan sia-sia.Untuk itu masyarakat sangat berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, agar segera menindaklanjuti masukan masyarakat terkait pengerjaan poyek dermaga sumber dana anggaran APBD Provinsi dari Kementerian Perhubungan, agar melakukan peninjauan kembali juknis pekerjaan pembuatan dermaga yang dikerjakan kontraktor PT. SII dengan besar anggaran Rp 6.160.280.000.Pasalnya pembangunan dermaga tersebut akan sia-sia, dan tidak bisa dinikmati masyarakat apalagi kalau volume air surut, kapal boat tidak akan bisa sampai ke pelabuhan karena terhalang beting."Untuk itu masyarakat memohon sebelum pekerjaan tersebut dilanjutkan, agar dipertimbangkan kembali, minimal ditambah panjangnya ke sungai tanpa mengurangi volume yang sudah dianggarkan, hanya tekniknya yang perlu dibenahi," ucap Herli Siahaan salah satu warga setempat dan tokoh Pemuda MPC Pemuda Pancasila Labuhanbatu.Kepala Desa Sei Jawijawi Yusuf Anwar juga sangat berharap kepada dinas terkait untuk melakukan peninjauan kembali karena mereka dari pemerintahan desa sudah mengajukan agar ditambahi lagi volume panjang dermaga sekitar 50 meter dari pantai agar kapal boat dapat menyandar langsung ke tepi dermaga. "Jangan sampai anggaran tersebut terkesan sia-sia seperti dermaga di Desa Piandang sampai usai proyek tidak dapat digunakan masyarakat. Tentunya ini sudah dapat menjadi acuan kita untuk segera dinas terkait untuk melakukan peninjauan ulang sebelum pekerjaan dilanjutkan," harap Kades Sei Jawijawi itu."Yakinlah, apabila pekerjaan ini terus dilaksanakan, pemerintah sudah jelas buang-buang anggaran saja. Alasannya kapal boat hanya bisa bersandar di dermaga saat pasang air, dan kalau surut air kapal boat akan menyandar ke tangkahan Timpas berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pelabuhan yang sedang dikerjakan oleh pihak kontraktor," tegasnya. (D11/d)