Simalungun (SIB)- Puluhan Paskibra bergembira seusai menaikkan bendera merah putih pada upacara HUT ke-70 kemerdekaan RI di lapangan kantor Bupati Simalungun Pamatangraya, Senin (17/8). Keganjilan atau kesilapan hampir tidak ada sehingga dinilai sukses menaikkan bendera sangsaka merah putih.Clarita Simanungkalit siswi SMAN 1 Panombean Pane ditunjuk sebagai pembawa bendera pusaka merah putih setelah diterima dari Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dan disaksikan Wakil Bupati Hj Nuriaty Damanik, Danrem 022/PT Kolonel Inf Toto Nurwanto, Danrindam I/BB Kolonel Inf Gabriel Lema, Dandim 0207 Letkol Inf Oni Kristiyono, Kapolres Simalungun AKBP Heri Sulesmono, Ketua DPRD Drs Johalim Purba dan ribuan pengunjung.Derap langkah Paskibra menelusuri seputaran lapangan hingga menuju tiang bendera persis di depan kantor bupati. Momentum ini cukup mengheningkan, yang terdengar hanya derap langkah Paskibra. Lagu ‘Indonesia Raya’ kemudian mengiringi kenaikan bendera. Setelah bendera dinaikkan, Paskibra meninggalkan lokasi menuju tempat semula. Kegembiraan membias di wajah para pasukan pengibar bendera. “Sangat mengharukan, ini adalah hari H. Ini merupakan impian saya, cita-cita saya. Saya ingin membawa bendera di Kabupaten Simalungun,†kata Clarita Simanungkalit.Ia mengaku, orangtuanya sangat mendukung dirinya terpilih menjadi salah satu pasukan pengibar bendera pada peringatan HUT ke-70 kemerdekaan RI di Simalungun. Selama latihan, fasilitas dinilai memadai didukung 4 orang pelatih. Pasukan pengibar bendera dikarantina selama kurang lebih sebulan. HUT kemerdekaan menjadi momentum yang membanggakan baginya dan rekan-rekan Paskibra.“Hari kemerdekaan itu adalah hari dimana negara semakin berlanjut umurnya dan semakin maju negaranya,†ujar Clarita dengan polos.Clarita mengajak para generasi muda khususnya komunitas pelajar agar mengisi kemerdekaan dengan perilaku positif, giat belajar dan patuh terhadap nasehat orangtua. Setiap orang punya impian masing-masing dan terus berjuang untuk menggapai cita-cita tersebut.“Belajar giat dan jangan bermalas-malasan karena tidak ada waktu untuk bermalas-malasan. Akan ada penyesalan di kemudian hari jika bermalas-malasan. Jadi, belajarlah giat, jangan bermalas-malasan,†sebut Clarita yang bercita-cita ingin jadi polisi wanita (Polwan).Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Simalungun, Jamesrin Saragih selaku pembina Paskibra mengatakan, hampir tidak ada ditemukan keganjilan atau kesilapan yang dilakukan Paskibra saat menaikkan bendera merah putih. Pelatihan selama 30 hari membuahkan hasil yang membanggakan. (C05/d)