Simalungun (SIB)- PT Suri Tani Pemuka unit pengolahan yang akan beroperasi di Janggir Letto Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun merekrut ribuan tenaga kerja dan mengutamakan putra-putri daerah menjadi karyawannya."Saya sudah bertemu dengan pihak perusahaan. Mereka siap akan menampung tenaga kerja putra-putri daerah dari Kabupaten Simalungun," kata Pantas Sitanggang, anggota DPRD Simalungun, Kamis (27/8).Dalam hal proses perekrutan tenaga kerja, lanjut Sitanggang, PT Suri Tani Pemuka nantinya akan membuat pengumuman secara tertulis, baik itu melalui media cetak atau pengadaan papan-papan pengumuman di sejumlah lokasi."Itu sudah dijanjikan kepada saya," ujar Pantas.Hingga saat ini, bangunan dan fasilitas pendukung PT Suri Tani Pemuka di Janggir Letto belum rampung, diperkirakan masih 80 persen yang selesai. Rencananya akan mulai beroperasi pada awal tahun 2016.Pantas mengatakan, untuk tahap permulaan, PT Suri Tani Pemuka akan merekrut 500 tenaga kerja. Tapi setelah perusahaan sudah mapan diupayakan penambahan tenaga kerja hingga ribuan orang."Kabupaten Simalungun beruntung, ada perusahaan yang bisa menampung ribuan tenaga kerja, artinya terjadi pengurangan pengangguran secara besar-besaran. Harapan kita ke depan, PT Suri Tani Pemuka tidak melakukan semacam permainan dalam hal perekrutan tenaga kerja, tetapi harus bersikap transparan," sebut Pantas.Perusahaan yang bergerak dalam bidang pengalengan ikan itu, katanya, juga membangun jaring apung di perairan Danau Toba guna memelihara ikan nila. Jaring apung ditempatkan di sekitar perairan Haranggaol, Tigaras, Sipolha bahkan sampai ke Tobasa.Menurut Pantas, PT Suri Tani Pemuka berpusat di Jakarta, cabangnya di Belawan serta Kabupaten Simalungun bila kelak realisasi operasional. Produk pengalengan ikannya diekspor ke luar negeri seperti Jepang, Hongkong dan lainnya. (C05/f)