Pakpak Bharat (SIB)- Plh Bupati Pakpak Bharat Drs Holler Sinamo MM didampingi Assisten Administrasi dan Pembangunan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BP4K, Kepala Dinas Perindagkop dan para Kepala Bagian Setda menerima kunjungan rombongan dari Monsanto Indonesia, yaitu CEO, Mauricio Amore, dan Corporate Engagement Lead, Herry Kristanto, termasuk Corporate Affair Director Monsanto Asia Pacific, Christoper Samuel, di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Panorama Indah Sindeka Salak, Rabu (26/8). Ikut serta juga dalam rombongan tersebut Manager SALP Conservation International (CI), Fitri Hasibuan, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan, Hj Tati Habib Nasution, dan Staf Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bidang Pangan, Dr Sabrina.Kedatangan rombongan ini untuk melaporkan dan membahas tentang program yang telah dijalankan oleh Monsanto bersama CI di Kabupaten Pakpak Bharat berupa pertanian berkelanjutan dan konservasi sebagai salah satu solusi untuk ketahanan pangan di Indonesia.Plh Bupati sangat menyambut baik seluruh program tersebut karena tidak hanya memberdayakan para petani, tetapi juga berdampak pada kelestarian alam. “Alangkah lebih baik pertanian ini semakin dikembangkan, apalagi saat ini telah ada 15 Desa di Pakpak Bharat yang melaksanakan program tersebutâ€, ujarnya.Program ini sendiri telah mengurangi ancaman kerusakan hutan dan melindungi 2.000 hektare kawasan keanekaragaman hayati yang sangat penting. Petani juga mendapatkan hasil yang positif seperti para petani jagung yang mengalami peningkatan produksi antara 30 % sampai 100 %. Hutan yang mencakup 80% kawasan Pakpak Bharat, merupakan koridor keanekaragaman hayati penting di Sumatera Utara.Program ini dapat direplikasi pada daerah lain di Indonesia untuk mendukung pencapaian target ketahanan pangan nasional dengan cara yang ramah lingkungan.Di Pakpak Bharat, program Sustainable Agriculture Landscape Partnership (SALP) ini menghadirkan kegiatan pelatihan pertanian terbaik, kesepakatan konservasi masyarakat, intensifikasi berkelanjutan dan pelatihan agroforestry, pendidikan lingkungan, dan pelatihan kepada pemerintah untuk Praktik Pertanian Terbaik dan bentang alam yang berkelanjutan.Jidin Berutu, salah seorang petani dari Desa Bandar Baru Kecamatan STTU Jehe, yang ikut serta dalam program ini menyebutkan bahwa ia bersama beberapa petani yang mengikuti program ini merasakan hasil yang luar biasa dengan adanya program ini. “Produksi jagung saya meningkat hampir 100% yang otomatis menambah penghasilan saya. Selain itu, saya tidak perlu lagi membuka lahan baru di kawasan hutan untuk meningkatkan produksiâ€, tukas petani ini.Pernyataan tersebut semakin dikuatkan oleh Dr Sabrina, yang menguraikan bahwa konservasi alam dalam pola SALP, tidak hanya menguntungkan para petani dari sisi produksi, tetapi juga menyelamatkan alam dan lingkungannya. “Hal tersebut masih ditambah lagi dengan peningkatan daya saing produk dan peningkatan nilai tukar petani. Untuk itu, program kerjasama yang baik ini saya harap juga semakin berkembang di masa mendatang. Dengan melibatkan pihak swasta di dalamnya, akan berdampak yang baik pada program-program seperti iniâ€, terangnya.Pihak Monsanto, diwakili Christoper Samuel dari Monsanto Asia Pacific mengutarakan bahwa keuntungan yang dirasakan akibat program ini tidak hanya untuk Pakpak Bharat atau Indonesia saja karena apa yang telah dilakukan di sini ternyata menghasilkan udara segar berupa oksigen bagi negara lain seperti Malaysia dan Singapura.Peran hutan Indonesia begitu terasa sehingga Perdana Menteri Singapura mengucapkan terima kasih atas udara segar dan bersih yang disediakan oleh hutan-hutan Indonesiaâ€,jelasnya. Ditambahkannya juga bahwa program pertanian berkelanjutan dan konservasi. yang dilaksanakan di Kabupaten Pakpak Bharat, akan menjadi model dalam skala yang lebih luas karena program ini juga telah mendapat penghargaan di tingkat nasional . (B07/c)