Batubara (SIB)- Menjadi hunian seperempat dari 7 miliar penduduk bumi saat ini, Indonesia berada pada tangga ke empat setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat. Pertumbuhan penduduk yang terus berlanjut akan menjadi masalah jika sumber daya manusianya tidak berkualitas. Pondasi keluarga harus dipersiapkan agar tercipta bangsa berkualitas.Kepala BKKBN RI Surya Chandra Surapaty mengatakan hal itu, Kamis (27/8), saat membuka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXII Tingkat Sumatera Utara yang dipusatkan di lapangan Indra Sakti Kelurahan Indra Pura Air Putih, Kabupaten Batubara. Untuk itu, seluruh warga Indonesia harus paham 8 fungsi keluarga."Pertama fungsi agama sebagai wahana utama beribadah, fungsi sosial budaya untuk pemahaman wawasan budaya lokal dan nasional, fungsi cinta kasih agar terbangun keamanan dan kenyamanan, fungsi reproduksi yang sehat dan terencana, fungsi sosialisasi dan pendidikan untuk membangun karakter, fungsi ekonomi untuk hemat dan gemar menabung dan ke delapan fungsi pemeliharaan lingkungan agar tumbuh cinta lingkungan dan hidup sehat sejaak dini," ujarnya.Khususnya bagi Sumatera Utara, lanjut Surya, penerapan 8 fungsi keluarga itu sangat vital mengingat Sumut memiliki jumlah penduduk sebanyak 13.326.307 juta jiwa. Dengan posisi ini, Sumut menjadi penyangga utama program kependudukan dan KB di Indonesia."Untuk itu, marilah kita mulai membentuk pondasi kuat. Bagi yang sudah memiliki anak, rencanakan cukup dua saja. Bagi yang sudah lebih dua anak, saatnya berhenti dan bentuk pondasi keluarga agar tercipta generasi bangsa berkualitas," ajaknya.Instruksi Plt GubsuPlt Gubsu Tengku Erry Nuradi dalam peringatan hari keluarga nasional XXII itu menginstruksikan Bupati/Wali Kota se Sumut tampil terdepan untuk mensukseskan program KB. Demikian juga dengan jajaran BKKBN, diminta konsultasi dengan pemuka agama, pemuka adat baik secara formal maupun non formal."Namun kita tidak bisa mengesampingkan, keluarga harus tetap terjamin dari sisi HAM, reproduksi yang sehat dan bebas dari kekerasan. Keluarga tidak terlepas dari pengasuhan yang sehat dan manusiawi," ujar Plt Gubsu.Sejalan dengan menyiapkan pondasi keluarga itu, Pemkab Batubara menyadari daerah ini akan menjadi pusat industri internasional. Persiapan generasi muda Batubara mulai dilakukan dengan mempersiapkan generasi yang mampu berkompetisi."Kami sangat menyadari kenyataan ini. Jauh sebelumnya kami sudah mendirikan Akademi Komunitas, agar lahir SDM yang berdaya saing dan berkualitas. Kami sadari keluarga sebagai wahana pertama dan utama, dan adanya sekolah itu akan melahirkan generasi berpendidikan, sehat dan berkualitas," kata Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain.Dalam kesempatan peringatan hari keluarga nasional itu, Kepala BKKBN RI Surya Chandra Surapaty memberi apresiasi tinggi atas penghargaan Manggala Satya Kencana yang diterima Bupati Batubara OK Arya dari Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Hadir beberapa utusan kabupaten/kota seperti Plt Sekda Samosir Tombor Simbolon, Kadis Kesehatan Siantar dr Ronald Saragih, mewakili Kabupaten Simalungun Ubahman Sinaga dan Kepala BKKBN Taput Jumaga Nainggolan.(C18/A05/C20/c)