Asahan (SIB)- Perbaikan jalan Provinsi Asahan- Tobasa di depan areal perkebunan PT Lonsum Gunungmelayu dan perbatasan kebun PTP III Bandarselamat, Desa Aeknagaga, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, yang ambruk, Kamis (20/8) sudah saatnya ditangani pihak Pemprovsu dan Dinas Bina Marga Sumut untuk kelancaran berlalulintas. Selain mengantisipasi dampak berlalulintas perbaikan juga dimaksud untuk keselamatan pengguna jasa jalan yang melintasi pada malam hari .Hal itu diutarakan warga Anto, Agus, Pirman, Gultom dan pengguna jalan Ilham Siahaan, Sagala, Sitorus, Bambang kepada SIB, Kamis (27/8) Dikatakan, jalan tersebut menghubungkan dua Kabupaten Asahan- Tobasa dan seterusnya menuju Jalinsum Medan- Rantauprapat. Kondisi jembatan yang ambruk itu sampai saat ini belum tersentuh perbaikan oleh Dinas PU Bina Marga Sumut dan UPTD Tanjungbalai . Sehingga warga bergotong royong membangun jembatan alternatif yang menggandalkan potongan pohon kelapa untuk dilintasi roda dua dan empat agar bisa mengeluarkan hasil buminya setiap hari. "Namun, kita menyesalkan pihak terkait pernah datang meninjau dan melihat kondisi jembatan tersebut hanya beberapa menit. Lalu kembali mengendarai mobil dinas, tanpa mengatakan kapan akan memperbaiki jembatan dan saat ditanya hanya melihat-lihat aja", kesal warga.Ke empat warga dan pengguna jalan meminta Kepada Dinas Bina Marga Pemprovsu segera melakukan perbaikan antara lain membuat jalan alternatif dibahu kiri dan kanan badan jalan sebelum jembatan lama tersebut diperbaiki total. " Mau atau tidak mau dinas terkait melakukan perbaikan, kita minta memperbaiki jembatan tersebut secepatnya, agar warga dan pengguna jalan tidak khawatir melintasi", harapnya .(D20/k)