Tobasa (SIB)- Ketua AKLI Kabupaten Tobasa Baringin Silaen, secara tegas mengutarakan rasa kecewanya atas kebijakan PLN yang hingga saat ini daerah itu masih saja terkena dampak pemadaman bergilir. Sementara daerah tersebut dikenal sebagai sumber energi listrik dengan keberadaan Danau Toba.Hal ini diutarakannya kepada SIB, Jumat (28/8), setelah melihat kondisi masyarakat akibat dampak pemadaman listrik tersebut. Misal sering rusaknya peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, pemasak nasi (magic jar), pemanas air (water heater), komputer dan sejenisnya. Menurut Baringin, pemadaman listrik sangat mengganggu rutinitas dan merugikan masyarakat sehingga sangat diharapkan PLN bisa memprioritaskan Kabupaten Tobasa terhindar dari pemadaman listrik.Sesuai hasil tinjauannya di beberapa kecamatan, Baringin mengutarakan hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik. Bahkan ironisnya, di Kecamatan Habinsaran, Nassau, Borbor yang telah dibangun jaringan listrik dengan nilai miliaran rupiah di beberapa desa, tetap listrik belum dinikmati. Pasalnya, masyarakat di sekitar pembangunan jaringan tersebut seperti di Desa Sibuntuon, Pagar Batu, Sijamba, Lumban Balik, Lumban Gaol dan Desa Pararungan tidak mampu mengeluarkan biaya untuk pemasangan jaringan dari tiang listrik ke rumah mereka.Permasalahan itu tidak hanya sebatas materi, tetapi diperparah lagi dengan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum PLN. “Di samping itu, pemasangan jaringan listrik ke rumah masyarakat menunggu hingga enam bulan lamanya,†ungkap Baringin seraya menghimbau pihak PLN dengan Pemkab Tobasa bisa duduk mencari solusi agar masyarakat ekonomi lemah bisa menikmati listrik.Disarankannya agar Pemkab Tobasa segera menampung anggaran di APBD untuk pengadaan jaringan listrik dari tiang ke rumah masyarakat agar beban mereka semakin ringan.Terkait indikasi adanya pungli oknum PLN yang memperkaya diri sendiri, Kepala Ranting PLN Balige S Sianturi mengatakan bahwa saat ini pegawai PLN Balige dalam proses pemasangan sudah menggunakan sistem online sehingga tidak memungkinkan adanya penyimpangan apalagi memperkaya diri sendiri. Selain itu sistem proses pemasangan baru dan perubahan daya cukup melalui call center 123 atau email dan sms. “Mohon pak, oknum PLN itu diperjelas, berhubung rekanan atau vendor juga mengaku PLN,†katanya singkat via SMS yang mengaku sedang mengikuti seminar.Terkait pelanggan yang sudah enam bulan menunggu pemasangan, Sianturi meminta agar diberitahu nama pelanggan tersebut agar bisa dicek permohonannya apakah sudah dilengkapi, khususnya untuk daya 450 VA sampai 900 VA. Jika masyarakat kurang mampu harus ada surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh kelurahan atau desa dan secara langsung pelanggan yang mendaftarkan ke kantor PLN.Sementara terkait pemadaman bergilir, Sianturi mengutarakan bahwa pemadaman bergilir itu bisa terjadi karena tiba-tiba ada kerusakan di pembangkit atau terjadinya defisit. Untuk pemadaman yang kemudian seketika hidup kembali, dikatakannya hal tersebut bisa terjadi karena faktor alam seperti musim hujan dan angin kencang. (BR6/q)