Terkait Penggerebekan Oleh Gabungan TNI/Polri di Brandan Barat

Kasat Reskrim Polres Langkat: Pupuk Urea Subsidi Dioplos Berasal dari Luar Langkat

- Senin, 31 Agustus 2015 21:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib_Kasat-Reskrim-Polres-Langkat--Pupuk-Urea-Subsidi-Dioplos-Berasal-dari-Luar-Langkat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
BARANG BUKTI: Waka Polres Langkat Kompol Bernard Panjaitan didampingi Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Roy Hansen J Sinaga, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Agus Sobarna Praja SH SIK, Plt Dinas Pertanian Langkat Nur Supandi dan menyaksikan barang Bukti guda
Langkat (SIB)- Sat Reskrim Polres Langkat mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait asal pupuk subsidi urea sebanyak 40 ton yang dioplos dengan cara dicuci menjadi non subsidi oleh pelaku. Namun sesuai barang bukti pupuk tersebut diduga berasal dari Loukseumame Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).“Ya kalau dari barang buktinya pupuk berasal dari luar Kabupaten Langkat. Sampai saat ini kita masih memburu pemilik usaha oplos THH Alias Akau Alias Tukiman Warga Kec Brandan Barat,” sebut Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro melalui Kasat reskrim AKP Agus Subarna Praja yang dihubungi via telpon selularnya, Minggu (30/8).Diakuinya, pasca penggrebekan gabungan TNI – Polri dipimpin Dan Dim 0203/Langkat Letkol Inf Roy Hansen J Sinaga Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro SIK serta Danpok Bansus Den Intel Dam I/BB Kapten Inf Irjal Nopri, di Dusun Pematang Panjang Kel Tangkahan Durian Kec  Brandan Barat, Jumat (28/8) lalu, hanya mengamankan sejumlah saksi dan barang bukti alat pengoplosan.Agus mengaku, lokasi oplos baru diduga berlangsung sekitar dua hari dan hal itu dibuktikan dengan kontrak sewa lokasi oleh Akau kepada warga setempat 20 Agustus lalu. Karenanya pihaknya belum dapat menyimpulkan lebih jauh termasuk sepak terjang pelaku Akau, yang hingga kini belum diketahui keberadaannya, sebutnya.Sebelumnya Plt Kadis Pertanian Kab Langkat Nursupandi dihubungi via telepon selularnya, Sabtu (29/8) yang turut dalam penggrebekan tersebut mengaku tindakan oplos pupuk urea subsidi menjadi non subsidi diduga baru berlangsung 3 hari.Dimana pelaku sengaja mengoplos pupuk urea subsidi dari warna merah dicuci menjadi warna putih sehingga mirip non subsidi. Dari pergantian bentuk warna menjadi  pupuk non subsidi akan dijual ke petani sebesar Rp 250 ribu perkarung (seberat 50 Kg). Sedangkan pupuk subsidi sebelumnya Rp 100 ribu perkarungnya, katanya.Menyinggung tentang adanya dugaan penyelewengan distribusi pupuk subsidi asal Langkat tersebut, Nursupandi menepis  dan hal itu jauh karena sampai saat ini penyaluran pupuk subsidi Langkat telah sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK ) masing-masing serta tidak ada kelangkaan pupuk katanya.      Untuk diketahui, dari lokasi di gudang milik Tok Hong Heng alias Akau alias Tukiman (67) warga Jalan Wahidin Kecamatan Brandan Barat, Tim Gabungan TNI- Polres turut alat penjahit karung, bahan pencuci pupuk, ratusan karung pupuk susbsidi jenis urea yang sudah diganti mereknya menjadi non susbsidi, timbangan, mobil kontiner BL- 8702 FA.Kemudian, ratusan karung kosong Pupuk UREA Subsidi N (Nitrogen) 46 % berat bersih 50 Kg, ratusan karung Pupuk Urea merek PUSRI Non subsidi Nitrogen 46% berat 50 kg hasil oplosan dari Pupuk UREA Subsidi, 33 jerigen cairan kimia UN 2014 (Hydrogen Peroxide Aqueous Solution), Purity 50 wt %.Selain itu terdapat puluhan karung kosong beras bulog yang sudah diganti karung menjadi beras untuk dijual ke pasaran, puluhan karung gula kristal Refinasi MSI Netto : 50 Kg hanya untuk kebutuhan industri PT Medan Sugar Industri, puluhan karung gula kristal putih produksi PTPN 10 Mojokerto, puluhan gula operasi pasar untuk Koperasi Kartika, puluhan karung kedelai asal USA dengan merek “usa Soya superquality No 1”.Bahkan dalam penggrebekan tersebut tiga orang yang diamankan yakni W (41) warga Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, R (35) dan W (34) keduanya karyawan, penduduk Dusun Pematang Panjang Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.Terkait penemuan bukti pengoplosan tersebut gudang tersebut sudah diberi Police line dengan penjagaan petugas Polres Langkat. (B-03/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Sertifikat Lahan Transmigran Kalsel Dipulihkan, Komisi II: Usut Tuntas Oknum yang Terlibat Penghapusan Tanah

Martabe

Menohok, Anggota DPR Sebut Pernyataan Jokowi soal UU KPK Tak Tepat

Martabe

Usut Dugaan Suap Impor, KPK Buka Kemungkinan Pemanggilan Gito Huang

Martabe

Kajatisu CUP II 2026 Ditutup, Ikanas Sumut Juara Umum

Martabe

Satnarkoba Polres Batubara Tangkap Terduga Pengedar Sabu

Martabe

Polisi Tangkap Tiga Pencuri Batik Senilai Rp 1,3 Miliar di JICC