Langkat (SIB)- Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2015 Kabupaten Langkat ditandai pagelaran Seni dan Budaya di Taman Budaya T. Amir Hamzah, Stabat, Sabtu (29/8)Hadir peringatan itu Ketua BNN Propinsi Sumut Brigjen Pol Drs Andi Loedianto, Wakil Bupati Langkat Drs H Sulistianto MSi, Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro, SIK, MH, tokoh pemuda pelajar, OKP, Ormas dan perwakilan BNN sejumlah kabupaten KotaWakil Bupati Drs H Sulistianto MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan HANI . Terutama Terkait Pencegahan Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) adalah ancaman yang nyata. Kalau gagal ditangani, maka kita akan terancam kehilangan 1 generasi.“ Karena itu, mari bersatu padu menyamakan persepsi, sehingga bahaya narkoba bisa diberantas saampai ke akar- akarnya,†ujarnya Sulistianto.Sulis juga berpesan agar seluruh pejabat menyatukan visi untuk berperang terhadap narkoba sekaligus memperkuat sinergitas antar sector, baik itu eksekutif, legislatif, dan yudikatif.“Melalui kegiatan ini saya berharap agar seluruh komponen di Kabupaten Langkat komitmen dalam memberantas dan membebaskan Bumi Langkat tercinta ini dari bahaya narkotikaâ€, harap Wabup Langkat.Sementara Ketua BNN Propinsi Sumut Brigjen Pol Drs Andi Loedianto menyebutkan , penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah tersebar luas dari kota sampai ke pelosok desa. Bahkan, dari hasil survey, Sumut berada di ranking 3 besar nasioanal setelah Jawa Timur dan DKI Jakarta.“ Berdasarkan data dari tahun 1997 sampai sekarang sedikitnya ada 4.000 orang korban narkoba yang harus direhabilitasi. Bahkan, diperkirakan jumlah yang sebenarnya jauh lebih besar lagi,†ujarnya seraya memuji penampilan para seniman yang memainkan drama tentang gaya hidup remaja zaman sekarang yang doyan minum minuman keras dan narkoba.Sementara Kepala BNNK Langkat AKBP Drs H Suyoso SH MH dalam laporannya mengatakan peringatan HANI bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang sampai saat ini semakin marakKarenanya ia mengajak masyarakat dan para generasi muda agar mencintai seni dan budaya bangsa guna menghadapi budaya westernisasi dan gaya hidup bebas yang dikembangkan negara- negara barat.Menyinggung tentang IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor), Suyoso mengaku merupakan paradigma baru terutama pelaku penyalahguna narkoba. Dimana penyalahguna adalah korban, sehingga lebih baik direhabilitasi daripada dipenjara. Kepada korban diminta untuk melaporkan segera untuk direhabilitasi, dengan ketentuan bila melapor tidak akan dikenakan pidana penjara , katanyaSejumlah pageran seni antara lain tari- tarian, drama (teater), angklung dan lain- lain, dengan tema HANI 2015 : Hidup Sehat Tanpa Narkoba (Bersama Kita Selamatkan Penyalahguna Narkoba Dengan Rehabilitasi). (B-03/c)