Serangan Hama Tikus Merajalela, Petani Padi Sawah di Wonorejo Terancam Gagal Panen

*Warga Minta Pemkab dan DPRD Simalungun Membuat Perda Tentang Tertib Pola Tanam
- Kamis, 03 September 2015 20:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib_Serangan-Hama-Tikus-Merajalela--Petani-Padi-Sawah-di-Wonorejo-Terancam-Gagal-Panen.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Agus Salim Siregar
Samsudin menunjuk lahan padi sawahnya di Wonorejo yang kena serang hama tikus. Dia bersama Agus, pemerhati pertanian Kecamatan Pematang Bandar, Rabu (2/9).
Simalungun (SIB)- Serangan hama tikus yang semakin merajalela merusak lahan pertanian padi sawah di Nagori Wonorejo belakangan ini, mengakibatkan puluhan hektar padi sawah di Huta IV, Nagori Wonorejo Kecamatan Pematang Bandar rusak dan terancam gagal panen.Samsudin (47) warga Huta IV, Nagori Wonorejo salah satu petani padi sawah di Nagori Wonorejo ketika ditemui di lokasi padi sawahnya, Rabu (2/9) mengatakan, luas lahan tanaman padi yang digarapnya hampir satu hektar habis diserang hama tikus.“Sejak sebulan terakhir ini hama tikus menyerang puluhan tanaman padi kami, tikus ini biasanya menyerang pada malam hari. Segala upaya telah dilakukan untuk membasmi hama tikus tersebut, namun meski demikian, hama pengerat itu tetap saja merusak tanaman padi mereka dengan memakan batang padi yang berumur dua bulan,” ucapnya.Hal senada juga diungkapkan, Edi Suyanto (45) petani lainnya yang memiliki lahan di Wonorejo. Akibat serangan hama tikus dirinya sangat khawatir mengalami kerugian akibat gagal panen. Kekhawatirkan ini karena petani terpaksa menanam padi sawah dari awal lagi yang biaya modal awal sejak pengolahan tanah, pembelian benih, obat-obatan, pupuk, penyiangan rumput, dan penyemaian sangat besar. Edi mengakui lahannya padi sawahnya luasnya hampir setengah hektar.Untuk itu Samsudin dan Edi meminta pemerintah dapat memberikan solusi dan membantu untuk menanggulangi serangan hama tikus karena sudah sangat mengancam tanaman padi mereka rusak dan gagal panen.Melihat persoalan yang dialami para petani padi sawah di Wonorejo saat ini, Agus Susanto salah satu masyarakat Wonorejo yang juga pemerhati lahan pertanian di Pematang Bandar Rabu (2/9) mengatakan, ada kemungkinan semakin maraknya serangan hama tikus yang menyerang lahan padi sawah petani di Wonorejo diakibatkan kurang tertibnya pola tanam padi sawah karena sudah kebiasaan di daerah ini, petani sering berganti-ganti tanaman. Kebiasaan di petani ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari PPL yang selama ini memang jarang turun ke lapangan terutama ketingkat petani untuk memberikan penyuluhan. Kalaupun turun biasanya hanya untuk urusan proposal bansos saja, ujarnya.Dan untuk ini juga Agus meminta agar pemerintah dan DPRD Simlaungun dapat membuat Perda tentang tertib pola tanam dan perhatian yang lebih serius agar petani dapat serentak menanam guna menghindari serangan hama tikus. (C08/h)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Martabe

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan

Martabe

Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara

Martabe

Dicegat saat Naik Motor, Pemuda Asal Sinaksak Dibekuk Polisi di Tanjung Pinggir

Martabe

Polres Tanah Karo Gelar Razia Penyakit Masyarakat, 18 Orang Diamankan

Martabe

Ops Keselamatan Toba 2026 Berakhir, Tilang dan Kecelakaan di Tanjungbalai Nihil