Humbahas (SIB)- Pengembangan Apel Malang di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) oleh Pemkab Humbahas akan dilakukan secara konsisten. Saat ini sebanyak 2000 strum bibit apel yang sebelumnya telah dibagikan ke masyarakat mulai menunjukkan hasil.Kepala Dinas Pertanian Humbahas, Happy Silitonga mengatakan pengembangan Apel Malang di Humbahas sudah melalui proses pengkajian dan penelitian ilmiah. Pengembangan apel tersebut dilakukan di enam kecamatan yakni, Dolok Sanggul, Pollung, Sijama Polang, Baktiraja, Lintong Ni Huta dan Paranginan.“Sebelumnya melalui Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) beberapa waktu lalu, 20 orang telah kita kirim ke Malang melakukan study banding. Dan pada tahun ini kita juga sudah mendatangkan ahli apel dari Malang memberikan pembinaan lanjutan,†terang Happy kepada SIB, Rabu (26/8) di Dolok Sanggul.Mantan Kadis Kehutanan tersebut juga memaparkan saat ini dari 2000 bibit yang dibagikan, sebagian besar sudah mulai menghasilkan, namun belum dapat dikategorikan produksi. Sehingga pada September tahun ini akan dilakukan pengecekan ulang. Dari hasil pengecekan tersebut, baru dapat dipastikan produksi perdana Apel layak dipasarkan atau harus ditingkatkan.Sementara untuk kultur tanah, Happy mengatakan dataran tinggi Humbahas mempunyai lapisan organik tinggi. Tanah di dataran tinggi Humbahas memiliki struktur gembur serta memiliki serapan air yang baik. “Apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian seribu meter di atas permukaan laut. Dan kita cocok untuk itu,†katanya.Jika produksi tahun ini dinyatakan layak pasar, maka tahun berikutnya akan dilakukan pengembangan lanjutan. Termasuk pembinaan terhadap para kelompok tani yang ada di enam kecamatan tersebut. “Kita berhap ini berhasil dan tidak ada gangguan,†paparnya.Menanggapi hal itu, anggota DPRD Humbahas Parulian Simamora mengatakan pengembangan Apel yang dilakukan Pemkab Humbahas harus sesuai dengan pengembangan ekonomi dari sektor agrobisnis. Sementara untuk model pengembangannya, Parulian optimis Humbahas mampu melakukan produksi yang baik. Namun bagi pasar, Pemkab Humbahas harus dapat menjamin yang diproduksi petani memiliki nilai ekonomis tinggi. “Jadi kita berharap itu dilakukan secara sitematis. Pengembangan produksi dan jangkauan pasarnya,†pungkasnya. (Dik-ERP/k)