Medan (SIB)- Masyarakat diminta tetap memantau seluruh pelaksanaan tender proyek pelelangan di Pemkab Nias agar berjalan sesuai peraturan yang berlaku. Demikian juga pelaksanaan tender proyek pelelangan peningkatan sarana dan prasarana daerah irigasi (DI) Torifo seluas 225 hektar senilai Rp 1,12 miliar di Kecamatan Idanogawo (DAK tambahan UD TA 2015) yang saat ini masih dalam proses evaluasi dan kualifikasi.Hal itu dikatakan Pengurus Gapensi (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) Sumut Saur Bakara kepada wartawan di Medan, Kamis (3/9) menyikapi pelaksanaan tender proyek pelelangan di Pemkab Nias.Dikatakan, proses tender proyek pelelangan peningkatan sarana dan prasarana DI Torifo tersebut sedang berlangsung dan diikuti sejumlah rekanan dengan mengajukan berbagai penawaran terendah dan tertinggi. "Kita harapkan panitia benar-benar objektif, jangan ada permainan yang dapat merugikan pihak lain. Jika ada pemenang tertinggi yang dimenangkan dan yang rendah dikalahkan patut kita pertanyakan dan diusut, apa lagi jika ada rekanan yang tidak lengkap dokumennya tapi tetap dimenangkan sudah patut kita minta untuk diusut," ujar Saur.Ditanya kemungkinan ada rekanan yang tidak lengkap mengajukan dokumennya yang akan dimenangkan, Saur tidak mengatakan demikian namun ia menyerahkan sepenuhnya kepada panitia selaku pihak yang berkompeten untuk itu.Untuk itu, katanya, pihaknya bersama masyarakat akan tetap memantau pelaksanaan proyek pelelangan peningkatan sarana dan prasarana DI Torifo di Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias tersebut.Ditanya kemungkinan adanya indikasi pelaksanaan tender lelang proyek konstruksi itu bermasalah, Saur belum melihat sejauh itu. Namun ia berharap pihak panitia bekerja sesuai prosedur yang berlaku dan masyarakat akan tetap mengawasinya. "Kita yakin panitia akan bekerja profesional sehingga kelak tidak ada kita temukan temuan-temuan yang dapat merusak kinerja panitia maupun Pemkab Nias," harapnya.Frans Telaumbanua selaku panitia yang dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (3/9) terkait proyek pelelangan itu yang semula mengangkat HP-nya tidak menjawab, begitu juga setelah dihubungi kembali beberapa kali tidak mengangkatnya. Dikirim via pesan singkat, Frans juga tidak membalasnya. (R4a/h)