Padangsidimpuan (SIB)- Tiga hari terakhir ini kabut asap kian pekat dan dikuatir mengganggu kesehatan warga Kota Padangsidimpuan, termasuk para anak sekolah Pantauan wartawan SIB, Kamis (3/9) di kawasan tersebut, sebagian warga memilih mengurung diri di rumah karena kuatir akan terganggu kesehatannya.Bahkan beberapa warga maupun pengendara kepada SIB mengatakan bahwa mereka sudah mulai merasakan kerongkongan kering dan mata perih. Warga sangat kuatir jika kabut asap tersebut berlangsung lama bakal menimbulkan ancaman penyakit lainnya.Kadis Kesehatan Padangsidimpuan H Letnan Dalimunthe SKM M Kes kepada SIB mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga dengan membagikan masker secara gratis . Selain itu, semua dokter atau tenaga medis yang ada di pos Puskesmas agar bekerja maksimal dan peka terhadap keluhan masyarakat.“Pemko melalui Dinas Kesehatan sudah membagikan masker kepada warga termasuk para pengendara untuk menghindari ancaman penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Hari ini juga kita sedang bagikan masker kepada warga maupun pengendara,†ujar Letnan Dalimunthe.Lebih lanjut diharapkannya, masyarakat Padangsidimpuan agar mengurangi kegiatan di luar rumah. Hal itu dimaksudkan menghindari bahaya jika menghidup asap yang cenderung kian pekat. “Pakai masker bolelah, tapi jika memang tidak terasa penting keluar, ya di rumah ajalah dulu,†ujarnya.Pihaknya sedang mendata, kenaikan jumlah warga yang menderita ISPA gara-gara menghirup asap tersebut.Sementara Kadis Pendidikan Kota Padangsidimpuan Muhammad Lutfi Siregar SH MM kepada SIB lewat telepon selularnya mengatakan bahwa pihaknya belum akan meliburkan sekolah. Betul ada kabut asap dan belakangan ini makin pekat, namun belum sampai mengganggu kesehatan anak didik. “Kalau nanti sudah benar- benar membahayakan maka anak sekolah akan kita liburkan. Saat ini proses belajar mengajar masih normal seperti biasa,â€ujarnya. (E08/E07)