Tebingtinggi (SIB)- Kabut asap di duga dari Riau sudah sejak tiga hari terkahir menyelimuti Kota Tebingtinggi. Kendati demikian dinas terkait belum nampak melakukan tindakan-tindakan pencegahanAmatan SIB, kabut asap sudah menyelimuti Tebingtinggi semenjak Selasa (1/9), namun paling parah Rabu (2/9) hingga Kamis (3/9). Jika hal ini berlangsung berkepanjangan bukan tidak mungkin banyak warga terserang penyakit inpeksi saluran pernafasan (Ispa).Ramli (45) salah seorang warga Jalan Martimbang II Kelurahan Lalang Kota, Tebingtinggi mengatakan sangat khawatir kalau hal ini akan berlangsung lama. "Kalau hujan gak turun ini pasti lama. Dan dampaknya akan bebahaya terhadap saluran pernafasan dan yang paling rentan untuk anak-anak,"jelasDitempat terpisah, Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM mengakui bahwa kabut asap yang menyelimuti Tebingtinggi lumayan tebal. Untuk itu dirinya meminta pemerintah daerah sumber asap melakukan tindakan tegas dan bila perlu juga penegak hukum ikut bertindak"Jangan untuk kepentingan pribadi orang lain dirugikan. Agar ada efek jera pemerintah sumber asap memberikan tindakan,"jelas UmarPada kesempatan itu, Umar beejanji akan membagikan masker gratis kepada masyarakat jika sudah diatas ambang aman. Namun demikian wali kota minta masyarakat disaat seperti ini jangan terlalu banyak beraktifitas di ruangan terbuka dan kalaupun terpaksa jangan lupa me“Perkosa†Paru Warga AsahanKabut asap akibat kebakaran hutan di Riau juga melanda Kabupaten Asahan dalam beberapa hari terakhir. Kabut kian tebal dan “memperkosa†(menggauli paksa-Red) paru-paru masyarakat yang menjalankan aktivitas luar rumah di daerah itu, Kamis (3/9).Pantauan SIB, kabut asap juga mengakibatkan jarak pandang di darat terbatas maksimal hanya sekitar 100 meter. Kondisi terparah terpantau di sepanjang kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Asahan. Mengurangi resiko berlalulintas, sejumlah kendaraan terlihat mengurangi kecepatan.Raja Iwan, Sekretaris PAC Pemuda Pancasila Kisaran Timur, kepada SIB, Kamis (3/9) menyatakan kekhawatirannya atas polusi kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. “Luar biasa betul kabut asap ini. Bagaimanalah kesehatan masyarakat ini jadinya. Bisa remuk paru-paru menghirup udara kotor begini,†katanya.Hal senada juga dikatakan Syahrial Simangunsong SH, Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Asahan. “Ini bukan lagi sekedar memaksa, tetapi sudah “memperkosa†paru-paru untuk menghirup udara tidak sehat. Kita hanya bisa berharap pemerintah segera mengatasi permasalahan ini, karena kalau dibiarkan berlarut bisa menimbulkan bahaya lebih besar,†ungkapnya.Kepala Kantor Lingkungan Hidup (Kakan LH) Kabupaten Asahan melalui Kasi Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan, Anwar Supri Rangkuti, lewat telepon selular kepada SIB menegaskan, saat ini kabut asap di daerah itu sudah berada di level yang bisa membahayakan bagi kesehatan juga lingkungan.“Kami mengimbau semua pihak untuk lebih terpanggil menjaga lingkungan bersih berseri dan layak. Tidak kian mengotori udara dengan aksi pembakaran. Dalam kondisi begini, peran serta dunia industri juga diharapkan agar tidak kian memperparah keadaan,†imbaunya. (C17/k)