Kotapinang (SIB)- Sejumlah warga yang bermukim di pinggiran jalan lintas kampung Bedagai, Kelurahan Kotapinang, Kabupaten Labusel resah. Pasalnya, perawatan jalan lintas yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional menimbulkan abu tebal hingga ke pemukiman masyarakat.Kepada SIB, Kamis (3/9) pemilik warung dan pertokoan di pinggiran jalan lintas titi merbau Kampung Bedagai Kotapinang Anshori Hasibuan mengatakan, akibat pengerjaan yang dilakukan alat berat jenis greder guna mengikis pinggiran jalan, dagangan milik warga bercampur dengan abu. Sehingga, warung yang biasa dijadikan tempat nongkrong masyarakat menjadi sepi.Tak hanya itu, kata dia material berupa tanah dan rumput sisa dari pengikisan beram jalan tersebut juga dibiarkan para pekerja begitu saja, sehingga menyumbat saluran air yang sudah ada.Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Labusel H Edimin menghimbau pihak dinas terkait segera melakukan penyiraman jalan yang menimbulkan abu tebal akibat pengikisan beram jalan yang baru dilakukan. "Dinas terkait diminta segera melakukan penyiraman jalan, sebelum menimbulkan kecelakaan akibat abu tebal yang mengganggu jarak pandang para pengguna jalan," katanya. (D16/h)