Humbahas (SIB)- Sejak dua minggu terakhir, kabut asap yang menyelimuti Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) semakin pekat. Bahkan, hingga Senin (7/9), jarak pandang hanya puluhan meter.Pantauan SIB, tepat pukul 07.00 WIB, Kota Doloksanggul sekitarnya sangat tebal ditutupi kabut. Para pengendara terpaksa menyalakan lampu kendaraan guna menghindari terjadinya kecelakaan akibat jarak pandang yang begitu dekat. Selain kabut asap pembakaran lahan, terganggunya jarak pandang di kota kuda itu juga disebabkan kabut dari embun akibat ketinggian wilayah Kota Doloksanggul yang mencapai sekitar 1470 meter DPL (Di atas Permukaan Laut).Agust (18), salah seorang siswa sekolah kejuruan yang sedang berjalan ke sekolah itu mengatakan, kian tebalnya kabut asap di Doloksanggul terjadi sejak 3 hari lalu. Namun ia menyayangkan hingga kini belum pernah menerima arahan dari pihak mana pun terkait dampak kabut asap tersebut.“Tiga hari ini kabut makin tebal, apalagi pagi-pagi sekali sudah harus berangkat ke sekolah. Memang saya sudah mendengar berita tentang adanya pembakaran lahan, asapnya sampai ke mana-mana. Tapi saya mengira tadinya ini hanya embun biasa, bukan kabut asap. Dan untuk dampak kabut asap ini, saya dan teman-teman yang lain di sekolah juga belum pernah mendapat arahan maupun menerima pemberitahuan akan bahaya kabut asap ini,†terang Agust.Sementara, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah terlihat tidak mengenakan masker. Masyarakat menganggap pemandangan itu biasa dan akan berlalu.Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah membagikan masker serta sosialisasi dampak kabut asap bagi kesehatan, karena banyak masyarakat belum mengetahui secara pasti apa saja penyakit yang dapat ditimbulkan oleh kabut asap tersebut. (Dik-ERP/q)