Sidikalang (SIB)- Tampakna do tajomna, rim ni tahi do gogona. Falsafah kuno Batak Tapanuli merupakan acuan dan patokan terhadap pengurus dan anggota Punguan Oppu Guru Tataea Bulan, Naimarata Perumnas Kalang Simbara, Sidikalang, Dairi. Dengan segala keterbasan dan kekurangan, pada usia punguan yang ke-3, mereka tetap bersemangat untuk melaksanakan perayaannya Kamis (10/9) di lapangan Perumnas Kalang Simbara.Selain perayaan hari ulang tahun, punguan tersebut juga sudah memasuki periodesasi kepengurusan baru untuk tahun 2015-2018, sehingga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru. Ketua Panitia pelaksanaan Ultah, Mangaranap Manik menyebutkan bahwa panitia masih melihat banyaknya kekurangan dalam pelaksanaan tersebut.“Kami panitia menyadari banyaknya kekurangan, untuk itu kami berharap untuk tahun berikutnya masih diberikan kepercayaan sebagai panitia, sehingga kekurangan hari ini dapat kami perbaiki nantinya,†pintanya dan menyebutkan pelaksanaan Ultah dan pelantikan pengurus baru tersebut dihadiri dan diikuti oleh 60 KK se- Perumnas Kalang Simbara.Ketua Naimarata periode sebelumnya, Op Lidia Damanik menyebutkan, kekurangan dana pada pelaksanaan tersebut tidak akan menjadi masalah, karena menggunakan sifat gotong royong dengan istilah tappakna do tajomna, rim ni tahi do gogona.“Kekurangan dana ini akan kita selesaikan secara bersama-sama nantinya dengan gotong royong. Sehingga, kesatuan dan persatuan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita, tetap terjaga dan terlaksana di punguan kita ini,†harapnya.Pengurus baru periode 2015-2018 terpilih Punguan Opu Guru Teteabulan Naimrata Perumnas Kalang Simbara, Dairi yang dilantik adalah Pak Sopia Sihole sebagai Ketua, Sekretaris Pak Grece Manik dan Bendahara Ibu Eska br Pasaribu.Pantauan SIB di Perumnas Kalang Simbara, perayaan tersebut berjalan dengan baik dan tenteram. Perayaan dimulai dengan panortoran keseluruhan anggota, selanjutnya pemotongan kue ultah yang dibagikan kepada seluruh anggota serta pelantikan pengurus baru. (B05/y)